finnews.id – Balapan MotoGP di Mugello kembali menghadirkan drama yang membuat tensi di paddock naik hingga garis akhir. Pecco Bagnaia berhasil mengamankan podium ketiganya musim ini di depan publik sendiri, tetapi hasil itu tidak datang dengan mudah. Ia harus bertahan hingga tikungan terakhir dari tekanan serius pembalap muda Jepang, Ai Ogura.
Bagnaia sempat memimpin balapan pada fase awal, namun ritme lomba berubah cepat ketika ban mulai menurun dan tekanan dari rombongan Aprilia meningkat. Marco Bezzecchi dan Jorge Martin lebih dulu menyalip, membuat Bagnaia harus fokus mempertahankan posisi podium yang tersisa.
Dalam situasi yang semakin genting di lap-lap akhir, Ogura muncul sebagai ancaman paling nyata. Selisih waktu yang sempat lebih dari satu detik perlahan menghilang, hingga akhirnya duel penentuan terjadi di tikungan terakhir sebelum garis finis.
Strategi Bertahan yang Hampir Gagal
Bagnaia mengakui bahwa momen paling menegangkan terjadi ketika Ogura berhasil melakukan manuver agresif di bagian dalam tikungan terakhir. Situasi itu hampir saja membuat posisi podium lepas di detik terakhir balapan.
Pembalap Ducati tersebut memilih strategi bertahan dengan menutup ruang sekecil mungkin di titik pengereman terakhir. Ia menyadari bahwa Ogura dikenal kuat dalam serangan akhir balapan, sehingga ia harus mengambil keputusan cepat dan berisiko tinggi.
Dalam pengakuannya, Bagnaia menyebut bahwa ia sudah mendengar suara motor Ogura mendekat di sektor terakhir. Ia kemudian memutuskan untuk mengerem lebih keras dan mengambil jalur keluar tikungan seaman mungkin, meskipun itu membuat motornya tidak stabil.
Tekanan itu bahkan berlanjut hingga lintasan lurus terakhir, di mana slipstream Ogura hampir kembali membuka peluang untuk menyalip. Namun keunggulan tenaga motor Ducati dan kontrol Bagnaia di momen krusial membuat posisi tetap bertahan hingga garis finis.
Masalah Teknis dan Kebingungan di Dashboard
Selain duel di lintasan, balapan Bagnaia juga diwarnai situasi yang cukup membingungkan dari sisi teknis. Sistem dashboard pada motornya menampilkan informasi yang keliru, membuatnya sempat berpikir masih ada satu lap tersisa.