كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعِ وَالْعَطَشِ

 

Artinya: “Banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan kehausan.” (Hadis Riwayat an-Nasa’i dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA; sebagaimana dinukil dari Abul Fadl al-‘Iraqi, al-Mughni ‘an Hamil Asfâr).

5. Menyegerakan Berbuka Puasa

Ketika matahari sudah terbenam dan suara azan magrib terdengar, syariat Islam mengarahkan Anda untuk segera membatalkan puasa. Nabi Muhammad SAW mencontohkan kebiasaan membatalkan puasa menggunakan buah kurma segar dan air putih murni sebelum melangkahkan kaki untuk menunaikan ibadah salat magrib.

Dengan memahami niat dan tata cara tersebut, kaum muslimin dapat mempersiapkan diri secara maksimal menyambut bulan Zulhijah. Puasa Tarwiyah dan Arafah menawarkan jembatan spiritual yang mengantarkan umat Islam pada ampunan dosa dan limpahan rahmat. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan momentum sepuluh hari pertama bulan mulia ini dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki kualitas akhlak, dan menyempurnakan ketakwaan sebelum merayakan indahnya berbagi pada Hari Raya Idul Adha.