نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Arafah lillahi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”
Tata Cara Melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Secara teknis pelaksanaan, umat Islam menjalankan kedua puasa sunnah ini sama persis dengan ibadah puasa pada umumnya, seperti ibadah puasa wajib di bulan Ramadan. Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah yang ditulis oleh Muhammad Ibrahim menjabarkan beberapa langkah dan tata cara pelaksanaannya secara runtut:
1. Melafalkan Niat Sepenuh Hati
Seorang muslim harus mengawali ibadah puasa dengan memantapkan niat di dalam hati. Anda juga boleh melafalkan niat tersebut secara lisan pada malam hari sebelum fajar menyingsing. Penggunaan lafal niat berbahasa Arab maupun terjemahannya memberikan keabsahan yang sama, selama hati Anda benar-benar tertuju untuk beribadah memohon rida Allah SWT.
2. Menyantap Makan Sahur
Agama Islam sangat mendorong umatnya untuk menyempatkan diri menyantap makan sahur. Anda bisa melakukan sahur pada waktu sepertiga malam terakhir atau menjelang waktu subuh, tepat sebelum masuk batas waktu imsak. Sahur tidak hanya memberikan cadangan energi bagi kelangsungan metabolisme tubuh, tetapi juga mendatangkan keberkahan tersendiri dari Allah SWT.
3. Menahan Diri Sepanjang Hari
Setelah azan subuh berkumandang, Anda wajib menahan diri dari aktivitas makan, minum, serta menjauhi segala tindakan jasmani yang berpotensi membatalkan puasa. Anda harus mempertahankan kondisi ini secara disiplin sejak terbit fajar hingga matahari terbenam di ufuk barat.
4. Menjaga Esensi Puasa dan Mengendalikan Nafsu
Ibadah puasa sejatinya bukan sekadar menahan rasa lapar dan dahaga yang mendera perut. Lebih dari itu, setiap muslim memiliki kewajiban menjaga panca indera, lisan, serta hati dari perbuatan tercela dan dosa. Tindakan buruk seperti berbohong, menggunjing orang lain, atau menuruti amarah justru akan menghancurkan pahala puasa Anda sehingga menjadi sia-sia belaka. Mengenai hal ini, Rasulullah SAW secara tegas memberikan peringatan kepada umatnya: