finews.id – Lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada kondisi keuangan Indonesia. Pemerintah kini menghadapi tekanan besar karena harus menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), terutama yang masih disubsidi.
Di satu sisi, subsidi BBM terus membebani anggaran negara. Namun di sisi lain, sejumlah BBM nonsubsidi justru sudah mengalami penyesuaian harga, bahkan kenaikannya cukup signifikan—khususnya untuk jenis diesel.
Perhatian publik kini tertuju pada BBM nonsubsidi jenis RON 92, seperti Pertamax. Apakah harganya akan ikut naik?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah terus menjalin komunikasi dengan para pengelola SPBU di seluruh Indonesia.
Menurutnya, keputusan penyesuaian harga sepenuhnya berada di tangan badan usaha, mengingat BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar.
“Kalau memang harus dilakukan penyesuaian harga, saya pikir tidak ada masalah,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/5/2026).
Ia juga menegaskan bahwa aturan dalam kebijakan ESDM sejak 2022 memang mengatur bahwa harga BBM umum mengikuti fluktuasi pasar global, terutama untuk sektor industri.
Meski tekanan global meningkat, harga BBM RON 92 ternyata belum mengalami perubahan sejak Maret 2026. Beberapa SPBU swasta dan nasional masih mempertahankan harga yang relatif stabil.
Berikut gambaran harga BBM terbaru:
SPBU VIVO
- Revvo 92: Rp12.390/liter (stabil)
Primus Diesel: naik drastis menjadi Rp30.890/liter
SPBU BP
- BP 92: Rp12.390/liter (stabil)
- BP Ultimate: Rp12.930/liter
Ultimate Diesel: naik ke Rp30.890/liter
SPBU Pertamina
- Pertamax (RON 92): Rp12.300/liter (belum naik)
- Pertamax Turbo: Rp19.400/liter
- Pertamax Green: Rp12.800/liter
- Dexlite: Rp23.600/liter
- Pertamina Dex: Rp23.900/liter
Kondisi geopolitik global menjadi faktor utama yang mendorong volatilitas harga minyak mentah. Jika konflik terus berlanjut dan harga minyak dunia tak kunjung stabil, bukan tidak mungkin harga BBM RON 92 akan ikut mengalami penyesuaian dalam waktu dekat.