finnews.id – Kinerja ekspor produk rotan dari Kabupaten Cirebon, diperkirakan akan kembali menunjukkan penguatan pada tahun 2026.
Keyakinan ini disampaikan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) setempat, yang melihat adanya tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Suhartono mengungkapkan, bahwa sektor rotan dan furnitur masih menjadi salah satu penopang utama ekspor daerah.
“Untuk nilai ekspor rotan sendiri cukup stabil. Bahkan ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya,” ungkap Suhartono.
Secara umum, nilai ekspor komoditas ini terpantau stabil, bahkan cenderung meningkat dari waktu ke waktu.
Data menunjukkan bahwa nilai ekspor rotan mencapai sekitar 102,79 juta dolar AS pada 2023. Angka tersebut melonjak menjadi 156,97 juta dolar AS pada 2024, sebelum berada di kisaran 126,84 juta dolar AS pada 2025.
Meski sempat mengalami penurunan, capaian tersebut tetap dianggap menunjukkan performa yang solid.
Optimisme terhadap peningkatan ekspor pada 2026, juga didukung oleh upaya penguatan industri.
Disperdagin telah melakukan berbagai langkah, termasuk pendampingan teknis bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).
Program ini mencakup pengembangan desain, inovasi produk, hingga strategi diversifikasi agar produk lebih kompetitif di pasar global.
Selain itu, peningkatan kualitas dan kapasitas produksi menjadi faktor penting dalam mendorong ekspor.
Baik pelaku industri skala kecil maupun besar terus didorong untuk meningkatkan daya saing, sehingga mampu memenuhi permintaan pasar internasional yang dinamis.
Meski demikian, industri rotan masih menghadapi tantangan, terutama terkait penggunaan bahan baku impor untuk proses finishing, seperti pernis berbasis minyak bumi.
Kondisi ini memang berdampak pada biaya produksi, namun sejauh ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja ekspor secara keseluruhan.
Dengan tren pertumbuhan yang konsisten serta dukungan pengembangan industri, Cirebon dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat ekspor produk rotan di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.