Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi pengemudi ojol sebagai pekerja yang membutuhkan kepastian perlindungan.
Pendapatan Driver Naik, Minimal 92 Persen
Salah satu poin paling krusial dalam kebijakan ini adalah perubahan pembagian pendapatan. Prabowo menegaskan bahwa porsi pengemudi akan meningkat secara signifikan.
Jika sebelumnya pengemudi menerima sekitar 80 persen, kini angka tersebut naik menjadi minimal 92 persen.
“Tadi saya bicara harus diberi jaminan kecelakaan kerja, akan diberikan BPJS kesehatan juga pembagian pendapatan dari 80% untuk pengemudi, sekarang menjadi minimal 92% untuk pengemudi,” jelasnya.
Kebijakan ini langsung menjadi angin segar bagi para driver ojol. Dengan porsi yang lebih besar, mereka berpeluang mendapatkan penghasilan yang lebih layak dari setiap perjalanan.
May Day 2026 Jadi Momentum Perubahan untuk Ojol
Peringatan May Day 2026 di Monas tidak hanya menjadi ajang perayaan buruh, tetapi juga momentum penting bagi sektor transportasi online. Pernyataan dan kebijakan yang disampaikan Presiden membuka babak baru dalam pengaturan industri ini.
Keberpihakan terhadap pengemudi terlihat jelas dari arah kebijakan yang diambil. Mulai dari pembatasan potongan aplikator hingga peningkatan pembagian pendapatan, semuanya mengarah pada keseimbangan yang lebih adil.
Selain itu, kehadiran jaminan sosial melalui BPJS menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh.
View this post on Instagram
Dengan langkah ini, pemerintah berharap hubungan antara pengemudi dan aplikator dapat berjalan lebih sehat dan berkelanjutan. (*)
- aplikator
- aturan baru potongan aplikator di bawah 10 persen
- bpjs
- driver ojol
- Headline
- kebijakan pemerintah untuk pengemudi ojek online Indonesia
- May Day 2026
- Monas
- ojek online
- ojol
- pembagian pendapatan driver ojol 92 persen
- Perpres 2026
- Perpres 27 tahun 2026 perlindungan transportasi online
- Prabowo bela ojol May Day 2026 Monas
- Prabowo Subianto
- transportasi online