Home Emas Harga Emas Naik Tapi Mingguan Merah, Investor Dibuat Bingung oleh Dolar dan Perang Iran
Emas

Harga Emas Naik Tapi Mingguan Merah, Investor Dibuat Bingung oleh Dolar dan Perang Iran

Bagikan
Ilustrasi - Emas Batangan (Pexels - Zlaťáky.cz)
Ilustrasi - Emas Batangan (Pexels - Zlaťáky.cz)
Bagikan

finnews.id – Harga emas dunia memberi sinyal yang membingungkan pasar. Di satu sisi logam mulia ini menguat pada perdagangan Jumat (24/4/2026), namun di sisi lain justru bersiap menutup pekan dengan penurunan mingguan pertama dalam lima minggu terakhir.

Kondisi itu memicu kebingungan di kalangan investor. Emas yang biasanya menjadi aset lindung nilai justru belum sepenuhnya lepas dari tekanan dolar AS, lonjakan imbal hasil obligasi, dan kekhawatiran suku bunga yang bertahan tinggi.

Harga emas spot naik 0,6% ke US$4.721,15 per ons, setelah sempat melonjak lebih dari 1% selama sesi perdagangan. Meski demikian, secara mingguan emas masih terkoreksi lebih dari 2%.

Sementara kontrak berjangka emas AS pengiriman Juni ditutup naik 0,4% ke US$4.740,90 per ons.

Kenaikan harian ini belum cukup menutup tekanan yang membebani emas sepanjang pekan.

Dolar dan Suku Bunga Jadi Penekan Utama

Tekanan terhadap emas datang dari kombinasi yang tak nyaman bagi pasar logam mulia: dolar menguat, imbal hasil obligasi naik, dan ekspektasi suku bunga tinggi kembali muncul.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat naik 1,5% sepanjang pekan. Kondisi ini membuat biaya peluang memegang emas ikut naik karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Pada saat yang sama, dolar AS menuju kenaikan mingguan pertama dalam tiga minggu. Penguatan greenback membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan.

Analis UBS Giovanni Staunovo melihat hubungan ini sangat erat.

“Emas turun minggu ini karena harga minyak naik, yang mendorong ekspektasi suku bunga lebih tinggi, dolar, dan imbal hasil—semuanya saling berkorelasi,” ujarnya.

Inilah yang membuat reli emas tertahan, meski ketidakpastian global sebenarnya masih tinggi.

Konflik AS-Iran Bikin Pasar Bergerak oleh Berita

Faktor geopolitik juga belum memberi arah yang tegas.

Konflik AS-Iran masih menjadi sumber volatilitas, tetapi pasar bergerak naik turun hanya berdasarkan sentimen berita.

Selat Hormuz masih ditutup, meski intensitas serangan militer dilaporkan menurun. Situasi ini membuat pasar terus menimbang dua kemungkinan: damai atau eskalasi.

Bagikan
Artikel Terkait
Harga emas UBS, Antam, dan Galeri24 di Pegadaian bergerak fluktuatif. UBS naik, Galeri24 turun, sementara Antam tetap di level tinggi.
Emas

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Berubah! UBS Naik, Galeri24 Turun, Antam Bertahan di Level Tinggi

finnews.id – Harga emas di Pegadaian kembali bergerak dinamis pada perdagangan Sabtu...

Emas

​Harga Emas Hari Ini Kompak Anjlok: Antam, UBS, dan Galeri24 Turun Serempak

finnews.id — Harga emas batangan di gerai Sahabat Pegadaian mengalami penurunan yang...

Emas

​Harga Emas Hari Ini 24 April 2026: Antam, Galeri 24, dan UBS Kompak Bergejolak

finnews.id – Harga jual emas batangan dari berbagai produsen ternama seperti Antam,...

Harga emas jatuh ke level terendah sepekan akibat konflik Iran-AS, lonjakan minyak, dan tekanan inflasi global.
Emas

Harga Emas Ambles ke Level Terendah Sepekan, Konflik Iran-AS dan Lonjakan Minyak Jadi Biang Kerok

finnews.id – Harga emas dunia kembali terpukul. Pada perdagangan terbaru, logam mulia...