Memperkuat Industri Pertahanan Nasional
Salah satu sektor yang menjadi sorotan utama adalah industri pertahanan. Dony ingin perusahaan seperti PT Pindad, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, dan PT LEN Industri tidak lagi berjuang sendirian.
Sebagai langkah nyata, ia kini mewajibkan BUMN lain untuk memprioritaskan layanan dari sesama perusahaan negara. Contohnya, dalam hal pengadaan armada laut untuk kebutuhan transportasi dan energi.
“Industri pertahanan kita harus menjadi unggulan. Tidak mungkin sebuah industri bisa berkembang dan melakukan transfer teknologi jika kita tidak memiliki keberpihakan. Saya wajibkan seluruh BUMN, seperti Pelni, ASDP, dan Pertamina International Shipping (PIS), untuk membangun kapalnya di PT PAL,” pungkas Dony.
Melalui restrukturisasi ini, pemerintah berharap BUMN Indonesia tidak hanya sekadar besar secara kuantitas, tetapi juga memiliki kapabilitas dan keberpihakan yang nyata dalam membangun kedaulatan ekonomi nasional.