Masalah kian pelik karena utang pemerintah yang jatuh tempo dalam jumlah besar mulai mempengaruhi kinerja fiskal. Keputusan pemerintah untuk mempertahankan subsidi BBM jenis Pertalite di tengah lonjakan harga dunia juga berisiko memperlebar defisit anggaran. Pemerintah terpaksa mengalihkan anggaran dari berbagai kementerian demi menjaga daya beli masyarakat.
Prediksi Rupiah Pekan Depan
Lembaga keuangan internasional, IMF, sebenarnya telah memperingatkan Indonesia agar tidak terlalu royal memberikan subsidi barang demi menjaga stabilitas nilai tukar. Namun, dengan kurs rupiah yang sudah melampaui target APBN sebesar Rp16.500 per dolar AS, ruang gerak pemerintah semakin sempit.
Ibrahim memprediksi tekanan terhadap rupiah belum akan mereda dalam waktu dekat. Jika ketegangan di Asia Barat tidak menunjukkan tanda-tanda deeskalasi, rupiah berpotensi menembus level psikologis baru.
“Kemungkinan besar pada akhir April atau minggu depan, nilai tukar rupiah akan tembus ke level Rp17.400 per dolar AS,” tutup Ibrahim.