finnews.id – Pasar energi dunia sedang kebakaran! Kamu yang sering bepergian menggunakan kendaraan pribadi harus bersiap-siap karena harga minyak mentah baru saja melesat tajam sekitar 3 persen. Gejolak ini pecah akibat ketidakpastian tingkat tinggi menjelang berakhirnya masa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi di Timur Tengah yang kian mendidih membuat para pelaku pasar mulai panik dan berebut mengamankan pasokan.

Harga minyak dunia ini melonjak drastis tepat sehari sebelum batas waktu negosiasi damai berakhir. Ketidakjelasan Iran untuk ikut serta dalam pembicaraan di Islamabad menjadi pemicu utama kenapa harga emas hitam ini terbang tinggi. Bayangkan saja, nasib pasokan energi global kini bergantung pada sebuah meja perundingan yang masih penuh tanda tanya.

Trump Siapkan Militer, Harga Brent dan WTI Melambung Tinggi

Presiden AS Donald Trump memang menyatakan harapannya untuk mencapai kesepakatan damai. Namun, ia juga memberikan peringatan keras yang bikin pasar bergetar: Trump tidak berniat memperpanjang gencatan senjata! Jika negosiasi gagal total pekan ini, militer Amerika Serikat menyatakan siap bertindak. Gertakan ini langsung membuat harga minyak mentah berjangka Brent ditutup melesat USD3 atau 3,1 persen menjadi USD98,48 per barel.

Tak mau ketinggalan, patokan Amerika Serikat, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), juga melompat USD2,52 atau 2,8 persen ke posisi USD92,13 per barel. Bahkan, harga sempat menyentuh kenaikan hingga 5 persen di awal sesi perdagangan. Volatilitas gila-gilaan ini terjadi setelah laporan menyebutkan delegasi Amerika yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance belum juga berangkat ke lokasi perundingan hingga tengah hari Selasa.

Selat Hormuz Lumpuh: Pasokan Global Terancam Hilang Miliaran Barel

Ketakutan terbesar para investor saat ini adalah macetnya jalur strategis Strait of Hormuz. Jalur vital ini biasanya menangani sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Tapi faktanya sekarang sangat mengerikan: data terbaru menunjukkan hanya ada tiga kapal yang berani melintas dalam 24 jam terakhir! Jika jalur nadi ini benar-benar buntu, krisis energi skala global bukan lagi sekadar prediksi, tapi ancaman nyata.