Kepala Ekonom Trafigura, Saad Rahim, memberikan peringatan yang sangat serius. Ia menyebutkan bahwa dunia bisa kehilangan hingga satu miliar barel minyak mentah meskipun konflik segera berakhir. Angka kerugian pasokan ini bisa membengkak menjadi 1,5 miliar barel jika kebuntuan diplomatik berlarut hingga satu bulan. Situasi ini tentu akan menekan ketersediaan energi di pasar internasional dan mendorong harga ke level yang jauh lebih ekstrem.

Efek Domino: Dari Langit Eropa Hingga SPBU Amerika

Dampak perang Iran ini mulai merembet ke segala sektor. Uni Eropa bahkan mulai menyiapkan panduan darurat bagi maskapai penerbangan untuk mengelola slot bandara dan hak penumpang jika terjadi kelangkaan bahan bakar jet. Meski Menteri Ekonomi Jerman, Katherina Reiche, mengklaim pasokan avtur masih aman berkat adaptasi kilang minyak, pemerintah tetap dalam mode siaga satu memantau setiap pergerakan di Timur Tengah.

Di Amerika Serikat sendiri, masyarakat mulai merasakan imbasnya di dompet mereka. Penjualan ritel bulan Maret meningkat tajam melewati ekspektasi, namun penyebabnya sangat miris: lonjakan harga bahan bakar di stasiun pengisian (SPBU) memaksa warga merogoh kocek lebih dalam. Rekor penerimaan di stasiun pengisian bahan bakar menjadi bukti nyata bahwa perang di belahan dunia lain berdampak langsung pada biaya hidup harian masyarakat.

Menanti Data Stok Minyak: Akankah Harga Terus Meroket?

Kini, semua mata tertuju pada laporan cadangan mingguan dari American Petroleum Institute dan Energy Information Administration. Para analis memprediksi perusahaan energi akan menarik sekitar 1,2 juta barel minyak mentah dari cadangan mereka. Jika penarikan stok ini benar-benar terjadi, ini akan menjadi kali pertama terjadi penurunan cadangan dalam dua pekan berturut-turut sejak Februari lalu.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu. Penipisan cadangan di tengah ancaman militer Trump dan kelumpuhan Selat Hormuz menjadi kombinasi maut yang bisa terus melambungkan harga minyak dunia. Untuk kamu yang peduli dengan stabilitas ekonomi, pergerakan harga minyak dalam beberapa hari ke depan adalah indikator krusial yang tidak boleh kamu lewatkan! (*)