Data pasar mencatat imbal hasil untuk obligasi tenor 1 tahun melonjak 4 basis poin (bps) menjadi 5,6 persen. Kemudian, yield tenor 3 tahun naik 3,4 bps menuju level 6,06 persen. Sementara itu, imbal hasil untuk tenor 4 tahun dan 5 tahun kompak mengalami koreksi naik, yang mana masing-masing menyentuh angka 6,29 persen dan 6,32 persen.
Melihat dinamika tersebut, para pengamat memperkirakan nilai tukar rupiah di pasar spot akan bergerak terbatas. Mata uang Indonesia memiliki kecenderungan melemah dalam jangka pendek karena para investor global terus memburu aset aman (safe haven). Rupiah kemungkinan besar akan berayun pada rentang Rp17.100 hingga Rp17.250 per dolar