finnews.id – Pasar komoditas mendadak panas! Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) sukses tancap gas pada perdagangan Senin ini. Lonjakan harga minyak mentah dunia dan rebound harga minyak nabati pesaing di bursa global menjadi bahan bakar utama yang menerbangkan nilai tukar komoditas andalan Indonesia dan Malaysia ini. Buat kamu para investor dan pelaku industri, bersiaplah karena tren hijau ini membawa angin segar di tengah ketidakpastian pasar!

Berdasarkan data terbaru pada Senin (20/4), kontrak minyak sawit untuk pengiriman Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melesat 34 ringgit atau naik 0,76 persen. Kini, harga bertengger di level 4.484 ringgit (setara USD 1.134,33) per metrik ton pada jeda siang. Kenaikan ini bukan tanpa alasan, melainkan respons cepat pasar terhadap kondisi geopolitik yang makin mencekam di Timur Tengah.

Ketegangan AS-Iran Memanas, Minyak Mentah Loncat 5 Persen!

Dunia sedang tidak baik-baik saja, dan pasar sawit justru mendapatkan momentum dari sini. Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 5 persen pagi ini. Pemicunya? Kekhawatiran runtuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Aksi penyitaan kapal kargo milik Iran oleh AS serta lumpuhnya lalu lintas di Selat Hormuz membuat pasokan energi dunia terancam.

Lalu, apa hubungannya dengan kelapa sawit? Ketika harga minyak bumi melambung tinggi, minyak sawit otomatis menjadi primadona. CPO menjadi pilihan bahan baku yang jauh lebih menarik dan kompetitif untuk produksi biodiesel. Inilah yang membuat permintaan sawit diprediksi akan terus menebal selama konflik energi di Teluk masih membara.

Soyoil Global Rebound, Sawit Ikut Kecipratan Berkah

Tidak hanya minyak bumi, kompetitor sawit di pasar edible oil juga menunjukkan taringnya. Harga minyak kedelai (soyoil) di bursa Chicago naik 0,81 persen, sementara kontrak soyoil di bursa Dalian juga merayap naik. Karena sawit berkompetisi langsung dengan minyak kedelai dalam pangsa pasar vegetable oil global, penguatan harga soyoil otomatis menarik harga CPO untuk ikut mendaki.