Analis StoneX Singapura, Kang Wei Cheang, menyebutkan bahwa pasar berhasil memulihkan sebagian besar kerugian tajam yang terjadi pada Jumat lalu. Kembalinya kepercayaan pasar di Dalian dan Chicago memberikan dukungan psikologis yang kuat bagi para trader untuk kembali memborong kontrak sawit hari ini.
Ringgit Melemah: Diskon Alami Bagi Pembeli Global
Satu lagi faktor yang bikin sawit makin seksi di mata investor asing adalah pergerakan mata uang. Nilai tukar Ringgit Malaysia terpantau melemah 0,08 persen terhadap dolar AS. Bagi pembeli internasional yang memegang greenback, pelemahan mata uang ini bertindak seperti diskon instan, membuat harga komoditas sawit terasa lebih terjangkau dan mendorong volume transaksi di pasar berjangka.
Mandat Biodiesel Malaysia Siap Tantang Indonesia
Dari sisi kebijakan, Malaysian Palm Oil Board (MPOB) membawa kabar yang sangat bullish. Malaysia diproyeksikan bakal meningkatkan konsumsi biodiesel berbasis sawit lebih dari 300.000 metrik ton per tahun. Langkah ini mengikuti jejak Indonesia yang sudah lebih dulu memperketat mandat pencampuran biofuel demi menekan ketergantungan pada impor energi fosil.
Peningkatan penggunaan biodiesel domestik di negara-negara produsen utama ini akan menyerap pasokan pasar secara signifikan. Artinya, stok global berpotensi mengetat dan menjaga harga sawit tetap berada di level tinggi dalam jangka menengah.
Waspada Level Psikologis: Support Kuat di 4.440 Ringgit
Meski sedang dalam tren menguat, kamu tetap harus waspada. Analis teknikal Reuters, Wang Tao, mengingatkan bahwa ada level support krusial di 4.440 ringgit per metrik ton. Jika karena satu dan lain hal harga tergelincir di bawah level tersebut, ada risiko penurunan lebih lanjut menuju kisaran 4.349 hingga 4.408 ringgit.
Namun, selama tensi geopolitik masih tinggi dan harga minyak nabati pesaing terus bertahan di zona hijau, peluang sawit untuk kembali menguji level tertinggi baru sangat terbuka lebar. Jangan sampai kamu ketinggalan momentum cuan di pasar CPO pekan ini! (*)