finnews.id – Kabar membanggakan datang dari sektor hortikultura Indonesia. Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah baru saja melepas ekspor 459 ton durian beku langsung ke China. Pengiriman dari Palu ini memiliki nilai ekonomi yang fantastis, yakni mencapai Rp42,5 miliar.
Pencapaian besar ini merupakan hasil nyata dari penandatanganan protokol ekspor durian beku antara Indonesia dan China pada 25 Mei 2025 lalu. Kini, buah tropis unggulan tanah air bisa langsung mendarat di pasar Tiongkok tanpa perlu melewati negara perantara lagi.
Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis ini. “Keberhasilan ekspor durian menembus pasar China adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak, mulai dari petani hingga pemerintah,” ujar Sahat dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 17 April 2026.
Ekspor Langsung Pangkas Biaya dan Waktu Logistik
Sebelum adanya jalur langsung ini, durian Indonesia harus mampir dulu ke Vietnam, Thailand, atau Malaysia. Proses panjang tersebut memakan waktu logistik hingga 56 hari. Namun sekarang, pengiriman langsung hanya membutuhkan waktu sekitar 22 hingga 26 hari saja.
Perubahan jalur distribusi ini tidak hanya mempercepat waktu, tetapi juga memangkas biaya operasional hingga dua kali lipat. Dampaknya, arus kas para pelaku usaha menjadi lebih sehat dan kompetitif. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 151 kontainer durian yang meluncur ke China dengan total nilai ekonomi mencapai Rp377,5 miliar.
Sulawesi Tengah Jadi “Raja Durian” Nasional
Sulawesi Tengah memegang peran kunci dalam keberhasilan ini. Kepala Karantina Sulawesi Tengah, Alfian, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga April 2026, volume ekspor durian beku ke China sudah menembus 4.077 ton.
Menariknya, harga jual di Negeri Tirai Bambu bisa mencapai 5 hingga 7 kali lipat lebih tinggi daripada harga di pasar lokal. Hal ini tentu menjadi peluang emas bagi peningkatan pendapatan petani. Alfian menambahkan bahwa Sulteng sangat siap secara infrastruktur karena memiliki tujuh dari delapan rumah kemas durian beku yang sudah memenuhi standar internasional.
Berdasarkan data pemerintah daerah, potensi alam Sulteng memang luar biasa:
-
Populasi Pohon: Sekitar 3,7 juta pohon durian.
-
Total Produksi 2025: Mencapai 95.140 ton.
-
Sentra Utama: Tersebar di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.
Peluang Devisa dari Permintaan Global
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, merasa optimis bahwa daerahnya akan semakin dikenal di kancah dunia. “Keberhasilan ini menegaskan durian asal Sulawesi Tengah sebagai representasi daerah menuju raja durian dunia,” ucap Anwar penuh semangat.
Pemerintah melihat permintaan durian di China yang mencapai angka 8 miliar dolar AS per tahun sebagai peluang raksasa. Dengan jaminan kualitas dan keamanan pangan dari Barantin, Indonesia siap meningkatkan devisa negara melalui ekspor komoditas hortikultura unggulan ini secara berkelanjutan.