Penurunan cadangan global ini menunjukkan bahwa dunia sedang “memakan” stok daruratnya. Analis dari TP ICAP, Scott Shelton, menilai bahwa meskipun tidak ada serangan militer langsung saat ini, jumlah kapal yang berani melintasi Selat Hormuz belum membaik secara signifikan. Jika arus distribusi minyak mentah ini tidak segera pulih, kita akan menghadapi kelangkaan fisik yang nyata di berbagai belahan dunia.
Sanksi Ketat Washington: Tidak Ada Lagi Keringanan untuk Iran dan Rusia
Seolah ingin menambah bensin ke dalam api, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan posisi keras Washington. Pemerintah AS tidak akan memperpanjang keringanan sanksi bagi ekspor minyak dari Iran dan Rusia. Langkah ini otomatis akan mengunci jutaan barel minyak dari pasar global, memperparah defisit pasokan yang sudah terjadi akibat konflik di Timur Tengah.
Padahal, ada kabar bahwa pejabat AS dan Iran sedang mencoba merancang pembicaraan damai di Pakistan akhir pekan ini. Iran bahkan memberi sinyal akan membuka kembali jalur pelayaran di sisi Oman jika ada jaminan konflik tidak memanas lagi. Namun, pelaku pasar tetap skeptis karena negosiator kini kabarnya hanya mengejar kesepakatan sementara, bukan perdamaian komprehensif. Rendahnya ekspektasi inilah yang membuat harga energi terus mendaki ke level yang membahayakan pertumbuhan ekonomi. (*)