finnews.id – Pasar keuangan global mendadak mencekam! Keputusan mengejutkan datang dari Gedung Putih setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz. Langkah ekstrem ini diambil menyusul kegagalan total perundingan maraton antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu. Akibatnya, nilai tukar rupiah langsung terkena getarannya dan ditutup melemah pada perdagangan Senin (13/4).

Mata uang Garuda harus rela terparkir di level Rp17.105 per dolar AS. Meski hanya melemah tipis 1 poin atau 0,01% dibanding penutupan Jumat lalu, namun ancaman blokade ini menjadi alarm bahaya bagi stabilitas ekonomi nasional. Selat Hormuz adalah urat nadi energi dunia; sekali tersumbat, harga minyak mentah bisa meroket dan memicu badai inflasi global yang sulit terbendung.

Ancaman Militer di Selat Hormuz: Perang Energi di Depan Mata?

Ketegangan memuncak saat Komando Pusat AS mengumumkan bahwa blokade berlaku untuk semua lalu lintas maritim yang keluar-masuk pelabuhan Iran mulai Senin pukul 10 pagi waktu setempat. Trump tidak main-main; aturan ini berlaku untuk kapal dari negara mana pun tanpa terkecuali. Namun, AS menegaskan tetap menjamin kebebasan navigasi bagi kapal yang menuju pelabuhan non-Iran di wilayah tersebut.

Merespons gertakan tersebut, Garda Revolusi Iran langsung memasang badan. Mereka mengancam akan menindak keras setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz karena dianggap melanggar gencatan senjata. Friksi geopolitik ini membuat indeks dolar AS perkasa, sementara mata uang negara berkembang seperti rupiah harus berjuang keras menahan tekanan modal keluar.

The Fed Bakal ‘Galak’ Lebih Lama, Inflasi AS Mengintai

Bukan hanya soal moncong meriam di Timur Tengah, ancaman inflasi juga menjadi pemicu pelemahan rupiah. Data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS menunjukkan lonjakan tajam akibat kenaikan harga energi dari konflik Iran. Kondisi ini membuat pasar semakin yakin bahwa Bank Sentral AS, The Fed, tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.