radarpena.co.id – Militer Israel menyatakan telah melancarkan lebih dari 10.800 serangan udara terhadap Iran sejak konflik besar pecah pada akhir Februari. Operasi militer ini berlangsung intensif selama sekitar 40 hari hingga tercapainya gencatan senjata sementara.
Dalam pernyataan resminya pada Jumat, pihak militer mengungkapkan bahwa mereka menargetkan ribuan titik strategis di wilayah Iran. Total sekitar 4.000 target strategis dan 6.700 situs militer disebut telah dihantam dalam kampanye tersebut.
Selain itu, puluhan jet tempur dikerahkan secara bersamaan dalam operasi udara skala besar ini. Israel juga mengklaim telah menggunakan lebih dari 18.000 amunisi, jumlah yang hampir lima kali lipat dibandingkan operasi militer sebelumnya pada Juni lalu yang berlangsung selama 12 hari.
Meski demikian, klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.
Konflik Memanas Sejak Serangan AS-Israel ke Iran
Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu respons cepat dari Teheran.
Iran membalas dengan meluncurkan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah negara lain, termasuk Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Selain serangan militer, Iran juga mengambil langkah strategis dengan membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global.
Gencatan Senjata Sementara Dibangun Melalui Mediasi Internasional
Upaya meredakan konflik akhirnya menghasilkan gencatan senjata sementara selama dua minggu. Kesepakatan ini tercapai berkat mediasi sejumlah negara, termasuk Pakistan, Turki, Tiongkok, Arab Saudi, dan Mesir.
Gencatan senjata tersebut diumumkan pada Rabu, tepat 40 hari setelah perang dimulai. Sebagai bagian dari kesepakatan, Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk melanjutkan dialog damai melalui pertemuan di Islamabad.
Pertemuan ini diharapkan dapat membuka jalan menuju kesepakatan perdamaian jangka panjang yang lebih stabil.