finnews.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras kepada Iran terkait ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut bahwa konsekuensi besar akan terjadi jika Iran tidak memenuhi tuntutan Amerika Serikat.

“Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi,” tulis Trump di platform Truth Social.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian global karena disampaikan menjelang tenggat waktu penting yang ditetapkan Washington.

Ancaman Serangan Infrastruktur Iran Menguat

Meski tidak merinci langkah konkret, Trump sebelumnya telah menyatakan bahwa militer AS siap melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur Iran.

Ia menyebut potensi penghancuran jembatan, pembangkit listrik, hingga fasilitas sipil lainnya hingga kondisi negara tersebut kembali seperti “zaman batu”.

Pernyataan ini semakin mempertegas eskalasi konflik yang berpotensi meluas jika tidak ada kesepakatan dalam waktu dekat.

Tenggat Tengah Malam untuk Buka Selat Hormuz

Trump menetapkan batas waktu tengah malam GMT pada Selasa bagi Iran untuk mengakhiri penutupan de facto Selat Hormuz. Jalur laut ini merupakan salah satu rute paling strategis di dunia untuk distribusi minyak dan komoditas penting lainnya.

Penutupan jalur tersebut berdampak besar terhadap stabilitas energi global, sehingga menjadi fokus utama tekanan dari Amerika Serikat.

Sehari sebelumnya, Trump juga menilai proposal gencatan senjata sementara yang beredar belum cukup untuk meredakan konflik.

Iran Tolak Tekanan, Tuntut Akhir Perang

Di sisi lain, Iran menolak tekanan dari Amerika Serikat. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa otoritas setempat tidak hanya menginginkan gencatan senjata sementara.

Iran justru menuntut penghentian perang secara menyeluruh sebagai syarat utama untuk mencapai kesepakatan.

Perbedaan posisi ini membuat negosiasi semakin rumit dan meningkatkan risiko konflik terbuka.