Trump Buka Peluang Kesepakatan Menit Terakhir
Meski mengeluarkan ancaman keras, Trump masih membuka kemungkinan tercapainya kesepakatan di menit-menit akhir.
“Sekarang kita telah mencapai Perubahan Rezim yang Lengkap dan Total, di mana pikiran yang berbeda, lebih cerdas, dan kurang radikal berkuasa, mungkin sesuatu yang revolusioner dan luar biasa dapat terjadi, SIAPA TAHU? Kita akan mengetahuinya malam ini,” tulisnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih terbuka, meski situasi terus memanas.
Ancaman Serangan Total Jadi Sorotan Dunia
Pada hari Senin, Trump kembali menegaskan rencana aksi militer yang lebih luas. Ia menyebut bahwa pasukan AS dapat menghancurkan “setiap jembatan di Iran” dan melumpuhkan “setiap pembangkit listrik” di negara tersebut.
Sejumlah ahli menilai rencana tersebut berpotensi melanggar hukum internasional dan bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Serangan Udara Terus Berlangsung
Di lapangan, ketegangan sudah berubah menjadi konflik terbuka. Pesawat tempur Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan udara ke Iran sejak 28 Februari.
Bahkan pada hari Selasa, sebelum pernyataan terbaru Trump, Teheran melaporkan bahwa terminal ekspor minyak utama di Pulau Kharg juga menjadi sasaran serangan.
Situasi ini semakin memperbesar risiko eskalasi konflik regional yang dapat berdampak pada stabilitas global.