Home Internasional Jet Tempur F-15 AS Ditembak Jatuh Iran, Pencarian Pilot Hilang Memanas di Tengah Eskalasi Perang
Internasional

Jet Tempur F-15 AS Ditembak Jatuh Iran, Pencarian Pilot Hilang Memanas di Tengah Eskalasi Perang

Bagikan
Iran klaim tembak jatuh F-15 AS, satu pilot hilang.
Bagikan

Analisis Militer: Prioritas Pilot adalah Bertahan

Militer AS sebelumnya juga melaporkan kehilangan beberapa pesawat selama operasi di Iran. Insiden tersebut mencakup pesawat tanker yang jatuh di Irak serta tiga F-15 yang ditembak jatuh oleh tembakan ramah Kuwait.

Pensiunan brigadir jenderal AS Houston Cantwell menjelaskan bahwa pelatihan pilot tempur sangat menentukan dalam situasi seperti ini. Ia mengatakan:
“Prioritas saya, pertama-tama, adalah penyembunyian, karena saya tidak ingin ditangkap,” katanya kepada AFP.

Iran Sindir Pemerintahan Trump

Ketua parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf, menyindir keras pemerintah AS melalui media sosial X. Ia menulis:
“Setelah mengalahkan Iran 37 kali berturut-turut, perang tanpa strategi yang brilian yang mereka mulai ini sekarang telah diturunkan dari ‘perubahan rezim’ menjadi ‘Hei! Bisakah seseorang menemukan pilot kami? Tolong?”

Ia melanjutkan dengan nada sarkastik:
“Wow. Kemajuan yang luar biasa.” “Jenius sejati.”

Serangan Baru dan Ancaman Energi Global

Ketegangan terus meningkat dengan munculnya serangan baru yang menargetkan Israel, Iran, dan Lebanon. Pada Sabtu, beberapa ledakan terdengar di wilayah utara Teheran, menurut jurnalis AFP.

Serangan kini semakin mengarah ke fasilitas ekonomi dan industri. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan gangguan besar terhadap pasokan energi global.

Di wilayah barat Teheran, serangan AS menghantam area sekitar jembatan yang menyebabkan kerusakan pada vila dan bangunan tempat tinggal. Meski demikian, tidak ditemukan instalasi militer di lokasi tersebut.

Menurut yayasan martir provinsi Alborz yang dikutip IRNA, serangan itu menewaskan 13 warga sipil dan melukai puluhan lainnya.

Selat Hormuz dan Risiko Krisis Energi

Mantan menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menilai bahwa Iran perlu membuka jalan diplomasi dengan AS untuk mengakhiri konflik. Dalam jurnal Foreign Affairs, ia menyarankan agar Iran membatasi program nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan pencabutan sanksi.

Sejak perang dimulai, Iran praktis telah memblokir jalur strategis tersebut. Padahal, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia biasanya melewati Selat Hormuz.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Wabah Ebola Tewaskan Lebih Dari 100 Orang, WHO Nyatakan Kondisi Darurat

Tantangan di Lapangan dan Kondisi Kemanusiaan Di wilayah terdampak, tenaga medis menghadapi...

Internasional

Trump dan Xi Jinping Sepakat Perkuat Hubungan Dagang, Detail Kesepakatan Masih Misterius

Tarif Dagang dan Taiwan Masih Jadi Bayang-Bayang Meski suasana pertemuan terlihat hangat,...

Internasional

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Resmi Jadi Darurat Internasional

WHO Minta Negara Tetangga Tingkatkan Kewaspadaan WHO meminta negara-negara di kawasan Afrika...

Internasional

Hiu 4 Meter Tewaskan Pria di Dekat Pulau Wisata Rottnest

Penutup Insiden maut di dekat Pulau Rottnest menambah daftar panjang serangan hiu...