Home Hukum & Kriminal Heboh! Kejari Karo Bongkar Alasan Penahanan Amsal Sitepu, Ada Dugaan Mark-up Anggaran Sampai Overlap Proyek!
Hukum & Kriminal

Heboh! Kejari Karo Bongkar Alasan Penahanan Amsal Sitepu, Ada Dugaan Mark-up Anggaran Sampai Overlap Proyek!

Bagikan
Heboh! Kejari Karo Bongkar Alasan Penahanan Amsal Sitepu, Ada Dugaan Mark-up Anggaran Sampai Overlap Proyek!
Kejari Karo ungkap alasan tahan Amsal Sitepu! Ada dugaan mark-up sewa alat 30 hari & anggaran ganda produksi video
Bagikan

finnws.id – Kasus yang menyeret videografer asal Sumatera Utara, Amsal Christy Sitepu, kini semakin memanas dan menarik perhatian publik. Banyak yang bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat pihak berwajib mengambil tindakan tegas? Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo, Danke Rajagukguk, akhirnya buka suara secara blak-blakan mengenai alasan di balik penahanan sang videografer.

Kejaksaan menduga adanya praktik lancung dalam pengelolaan anggaran yang melibatkan perangkat desa. Isu ini menjadi alarm keras bagi para pelaku industri kreatif dan rekanan pemerintah agar lebih tertib dalam administrasi serta pelaporan kegiatan agar tidak terseret masalah hukum serupa.

Mark-up Anggaran Sewa Alat: Klaim 30 Hari Tapi Fakta Berkata Lain

Danke menjelaskan bahwa salah satu temuan utama penyidik adalah adanya dugaan penggelembungan biaya atau mark-up. Amsal diduga meminta kepala desa untuk menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) penyewaan peralatan dengan durasi kegiatan selama satu bulan penuh atau 30 hari.

Namun, fakta yang terungkap di persidangan justru menunjukkan hal yang berbeda. Kegiatan tersebut ternyata tidak terlaksana sesuai durasi yang diklaim dalam dokumen anggaran. Hal ini memicu selisih bayar yang dianggap merugikan keuangan negara.

“Ahli berkesimpulan bahwa biaya sewa yang seharusnya dibayarkan harus disesuaikan dengan waktu pelaksanaan kegiatan yang sebenarnya,” tegas Danke Rajagukguk di hadapan awak media, Kamis, 2 April 2026.

Modus Anggaran Ganda: Editing dan Cutting Diklaim Terpisah

Tak hanya soal durasi sewa, kejari juga menemukan adanya overlapping atau tumpang tindih anggaran dalam proyek produksi video. Amsal kabarnya mematok nilai pembuatan production video desain sebesar Rp9.000.000. Namun, kejanggalan muncul ketika muncul pos anggaran tambahan untuk aspek teknis yang seharusnya sudah termasuk dalam paket produksi.

Penyidik menemukan adanya tagihan terpisah untuk proses editing, cutting, dan dubbing yang masing-masing bernilai Rp1.000.000. Menurut penilaian ahli, ketiga proses tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari desain produksi video.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Hukum & Kriminal

Ketua Ombudsman Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi Nikel dan Dijebloskan ke Tahanan, Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar dari PT TSHI

finnews.id – Kejaksaan Agung menetapkan Ketua Ombudsman RI periode 2026-2031, Hery Susanto,...

Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Disorot, Komnas Perempuan Desak Proses Hukum! 

finnews.id – Kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia...

Hukum & Kriminal

Briptu BTS Dijatuhi Sanksi Demosi 11 Tahun! Terbukti Rekam Polwan Lagi Mandi

finnews.id – Sidang Komisi Kode Etik Polri menjatuhkan sanksi tegas kepada Briptu...

Hukum & Kriminal

Heboh! Anggota Polisi Terseret Kasus Pabrik Narkoba Zenith di Semarang

finnews.id – Polda Metro Jaya membenarkan keterlibatan seorang oknum anggota Polri dalam...