finnews.id – Mengunyah adalah proses sederhana yang sering dianggap sepele, padahal aktivitas ini memiliki peran besar bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya membantu menghancurkan makanan sebelum masuk ke lambung, mengunyah juga berkaitan dengan kesehatan pencernaan, fungsi otak, kesehatan mulut, hingga pengendalian berat badan.
Banyak penelitian modern menunjukkan bahwa kebiasaan mengunyah makanan dengan baik dapat membantu tubuh menyerap nutrisi lebih optimal dan mengurangi risiko gangguan kesehatan tertentu. Bahkan, ritme mengunyah juga memengaruhi sistem saraf dan hormon yang berkaitan dengan rasa lapar serta kenyang.
Mengunyah Membantu Sistem Pencernaan
Fungsi utama mengunyah adalah memecah makanan menjadi bagian kecil agar lebih mudah dicerna tubuh. Saat makanan dikunyah, air liur akan bercampur dengan makanan dan mulai memecah karbohidrat melalui enzim amilase.
Jika makanan langsung ditelan tanpa dikunyah dengan baik, lambung harus bekerja lebih keras. Hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan seperti kembung, begah, dan gangguan pencernaan.
Menurut penelitian dalam jurnal Appetite, orang yang mengunyah lebih lama cenderung memiliki proses pencernaan yang lebih efisien dan rasa kenyang yang lebih cepat muncul.
Membantu Mengontrol Berat Badan
Mengunyah lebih lama ternyata berkaitan dengan pengaturan nafsu makan. Ketika seseorang makan terlalu cepat, otak belum sempat menerima sinyal kenyang dari tubuh. Akibatnya, jumlah makanan yang dikonsumsi menjadi berlebihan.
Sebaliknya, mengunyah perlahan membantu tubuh memberi waktu untuk mengaktifkan hormon kenyang seperti leptin dan cholecystokinin.
Sebuah studi dari American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa orang yang mengunyah makanan lebih banyak mengalami penurunan asupan kalori dibanding mereka yang makan terburu-buru.
Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
Aktivitas mengunyah dapat merangsang produksi air liur yang penting untuk kesehatan mulut. Air liur membantu membersihkan sisa makanan, menetralkan asam, dan mengurangi risiko kerusakan gigi.
Mengunyah makanan berserat seperti buah dan sayur juga membantu melatih otot rahang dan menjaga kekuatan gigi. Namun, mengunyah benda terlalu keras atau kebiasaan menggertakkan gigi justru dapat merusak enamel dan sendi rahang.