Mengunyah Berpengaruh pada Fungsi Otak
Penelitian modern menunjukkan hubungan antara aktivitas mengunyah dan fungsi kognitif. Gerakan mengunyah membantu meningkatkan aliran darah ke otak sehingga dapat mendukung konsentrasi dan kewaspadaan.
Beberapa penelitian pada lansia bahkan menemukan bahwa gangguan kemampuan mengunyah berkaitan dengan penurunan fungsi memori. Karena itu, kesehatan gigi dan kemampuan mengunyah menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup di usia lanjut.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychology menyebutkan bahwa aktivitas mengunyah dapat membantu meningkatkan perhatian dan performa mental dalam jangka pendek.
Membantu Mengurangi Stres
Mengunyah juga berkaitan dengan sistem saraf. Beberapa studi menemukan bahwa aktivitas mengunyah, termasuk mengunyah permen karet, dapat membantu menurunkan kadar hormon stres kortisol.
Gerakan ritmis saat mengunyah diyakini membantu tubuh menjadi lebih rileks dan meningkatkan fokus. Karena itu, sebagian orang merasa lebih tenang saat mengunyah permen karet ketika menghadapi tekanan atau pekerjaan berat.
Menjaga Kesehatan Rahang
Otot rahang membutuhkan aktivitas agar tetap kuat dan seimbang. Mengunyah membantu melatih otot wajah dan sendi temporomandibular joint (TMJ).
Namun, pola mengunyah juga harus seimbang. Kebiasaan hanya mengunyah di satu sisi dapat menyebabkan ketidakseimbangan otot rahang dan memicu nyeri.
Kebiasaan Mengunyah yang Baik
Berikut beberapa kebiasaan sederhana yang dianjurkan:
- Mengunyah makanan perlahan
- Tidak makan sambil terburu-buru
- Fokus saat makan tanpa terlalu banyak distraksi
- Mengonsumsi makanan berserat
- Menghindari makanan terlalu keras yang dapat merusak gigi
Sebagian ahli menyarankan mengunyah makanan sekitar 20 hingga 30 kali sebelum ditelan, meski jumlah ideal dapat berbeda tergantung jenis makanan.
Penutup
Mengunyah bukan sekadar kebiasaan kecil saat makan, tetapi bagian penting dari proses kesehatan tubuh secara menyeluruh. Aktivitas ini membantu pencernaan, menjaga kesehatan mulut, mendukung fungsi otak, mengontrol berat badan, hingga membantu tubuh lebih rileks.
Penelitian modern semakin menunjukkan bahwa kebiasaan makan perlahan dan mengunyah dengan baik memiliki dampak nyata terhadap kesehatan jangka panjang. Karena itu, memperbaiki cara mengunyah dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kualitas kesehatan sehari-hari.
Referensi: