“Dalam waktu dekat akan dilakukan kembali functional test tahap dua, tujuannya untuk melengkapi kesiapan infrastruktur jalan tol yang akan digunakan,” jelas Wilan menambahkan. Setelah semua infrastruktur siap, pemerintah baru akan melaksanakan pra-uji coba secara menyeluruh di lintasan yang telah ditentukan.
Target Waktu: Semakin Cepat Semakin Baik!
Banyak yang bertanya-tanya, kapan sebenarnya kita bisa benar-benar meninggalkan kartu tol? Meski belum menyebut tanggal pasti secara spesifik, Wilan menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat proses ini tanpa mengorbankan kualitas sistem.
“Untuk target waktu pelaksanaannya, prinsipnya adalah semakin cepat semakin baik atau the sooner the better,” tutup Wilan dengan optimis.
Investasi Jumbo Rp4,65 Triliun dari Hungaria
Sebagai informasi tambahan, proyek MLFF ini punya sejarah panjang yang bermula sejak kunjungan Perdana Menteri Hungaria, Victor Orban, ke Indonesia pada 2016 silam. Proyek prestisius ini dikerjakan oleh Roatex Ltd melalui anak usahanya, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS).
Tak tanggung-tanggung, pendanaan proyek ini sepenuhnya berasal dari pemerintah Hungaria dengan nilai mencapai US$300 juta atau setara dengan Rp4,65 triliun. Dengan nilai investasi sebesar itu, teknologi berbasis satelit ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan di gerbang tol secara signifikan dan meningkatkan efisiensi logistik nasional. (*)