finnews.id – Kabar gembira datang dari Florida! Amerika Serikat baru saja mencatatkan sejarah baru dalam dunia antariksa. Pada Rabu (1 April), empat astronot hebat resmi lepas landas dari Kennedy Space Center menuju Bulan. Misi bertajuk Artemis II ini menjadi langkah paling berani NASA untuk mengembalikan manusia ke permukaan Bulan di akhir dekade ini, sekaligus bersaing ketat dengan ambisi luar angkasa China.
Roket raksasa Space Launch System (SLS) setinggi 32 lantai meraung membelah langit Florida sesaat sebelum matahari terbenam. Dengan kapsul Orion di puncaknya, kendaraan luar angkasa ini membawa tiga astronot AS dan satu astronot Kanada menuju orbit Bumi dengan jejak uap putih yang memukau.
Membangun Masa Depan di Permukaan Bulan
Misi ini bukan sekadar perjalanan lewat. Administrator NASA, Jared Isaacman, menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan pembuka jalan bagi pembangunan pangkalan permanen di Bulan.
Isaacman menyatakan peluncuran itu adalah pembuka untuk misi selanjutnya yang akan mencakup pembangunan pangkalan bulan untuk mendukung “kehadiran abadi yang sedang kita coba ciptakan di permukaan”.
Jika semua berjalan mulus, tim yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen akan terbang mengitari Bulan selama hampir 10 hari. Mereka akan menguji batas kemampuan pesawat Orion dan menjelajah lebih jauh ke luar angkasa daripada yang pernah dilakukan manusia sebelumnya.
Mengulang Kejayaan Era Apollo Setelah 53 Tahun
Artemis II menjadi penerbangan berawak pertama dalam program Artemis, penerus proyek legendaris Apollo yang berakhir pada tahun 1972. Misi ini berfungsi sebagai gladi bersih sebelum NASA benar-benar mendaratkan kru di Kutub Selatan Bulan pada misi Artemis IV yang ditargetkan tahun 2028.
Langkah ini juga menjadi upaya AS untuk mengalahkan rencana China yang ingin mengirim manusia ke wilayah yang sama pada awal 2030-an.
Beberapa saat sebelum peluncuran, suasana haru menyelimuti ruang kendali. Astronot asal Kanada, Jeremy Hansen, mengirimkan pesan menyentuh dari dalam kapsul Orion: