“Ini Jeremy, kita akan pergi untuk seluruh umat manusia.”
Direktur peluncuran, Charlie Blackwell-Thompson, juga memberikan restu terakhirnya:
“Reid, Victor, Christina, dan Jeremy, dalam misi bersejarah ini kalian membawa serta hati tim Artemis ini, semangat keberanian rakyat Amerika dan mitra kami di seluruh dunia, serta harapan dan impian generasi baru. Semoga berhasil, semoga sukses, Artemis II. Mari kita mulai.”
Menguji Teknologi Manual dan Rekor Jarak Terjauh
Setelah terlepas dari roket peluncur, awak kapal mulai melakukan tugas krusial: mengendalikan pesawat Orion secara manual. Langkah ini sangat penting untuk memastikan manusia tetap bisa menavigasi pesawat jika sistem otomatis mengalami kegagalan.
Menariknya, misi ini akan membawa para astronot menempuh jarak 406.000 km ke luar angkasa. Ini adalah rekor perjalanan terjauh yang pernah dilakukan manusia, melampaui rekor misi Apollo 13 pada tahun 1970 yang menempuh jarak sekitar 248.000 mil (399.000 km).
Dukungan dari Gedung Putih
Presiden AS Donald Trump, yang sedang memberikan pidato nasional terkait perang Iran, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan peluncuran ini.
“Ini luar biasa,” kata Presiden AS Donald Trump. “They are on their way and God bless them, they are brave people. God bless those four incredible astronauts.”
Meskipun program SLS ini sering mendapat kritik karena biaya operasionalnya yang mencapai US$2 miliar hingga US$4 miliar per peluncuran, keberhasilan Artemis II sejauh ini memberikan angin segar bagi NASA. Terlebih lagi, setelah badan antariksa tersebut kehilangan 20 persen tenaga kerjanya tahun lalu akibat efisiensi pemerintah.
Kini, seluruh dunia menanti kepulangan empat pahlawan ini. Keberhasilan mereka akan menjadi batu loncatan besar bagi impian manusia yang lebih besar lagi: menapakkan kaki di Mars di masa depan.