Home News Viral Ikan Bandeng “Mentah” Menu MBG di Bantul? Ini Kata Badan Gizi Nasional 
News

Viral Ikan Bandeng “Mentah” Menu MBG di Bantul? Ini Kata Badan Gizi Nasional 

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan video yang menarasikan menu ikan bandeng dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bantul, DIY, dibagikan dalam kondisi mentah. Menanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung turun tangan memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan simpang siur informasi.

BGN memastikan bahwa ikan bandeng tersebut 100% matang dan telah melalui proses pengolahan yang ketat sebelum sampai ke tangan penerima manfaat.

Bukan Mentah, Tapi Bandeng Presto Kukus

Kesalahpahaman yang viral tersebut diduga kuat berasal dari tampilan fisik ikan. Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa menu yang dibagikan adalah Bandeng Presto.

“Ikan yang didistribusikan sudah melalui proses pengukusan bertekanan tinggi. Jadi, kondisinya matang sempurna, durinya lunak, dan sangat aman dikonsumsi. Tampilannya memang menyerupai ikan segar karena teknik memasaknya, namun proteinnya sudah matang,” tegas Nanik di Jakarta, Selasa (10/3).

Apa Saja Isi Paket Makan Bergizi Gratis di Bantul?

Program yang dilaksanakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantul Sedayu Argosari ini menyasar 1.680 penerima manfaat. Untuk memastikan gizi seimbang, setiap paket makanan berisi kombinasi nutrisi lengkap:

  • Karbohidrat & Serat: Roti pisang yang mengenyangkan.
  • Protein Utama: Bandeng presto kukus (yang sempat viral).
  • Protein Nabati: Tahu ungkep bumbu kuning.
  • Vitamin: Buah jeruk segar (untuk porsi besar).

Seluruh menu ini dikelola oleh Yayasan Patriot Bangsa Mandiri dengan pengawasan standar keamanan pangan yang tinggi.

Standar Prosedur: Matang & Higienis

BGN telah melakukan evaluasi internal menyeluruh terhadap SPPG Bantul. Hasilnya menunjukkan:

Sesuai SOP: Tahap pengolahan hingga pengemasan berjalan sesuai prosedur keamanan pangan.

Edukasi Penyimpanan: Setiap paket dilengkapi panduan cara simpan dan anjuran konsumsi.

Transparansi: BGN berkomitmen meningkatkan komunikasi di lapangan agar tidak ada lagi salah persepsi antara jenis masakan dengan tingkat kematangan.

“Ke depan, kami akan memperkuat informasi pada kemasan agar setiap menu yang unik seperti presto ini dipahami dengan jelas oleh pihak sekolah maupun orang tua murid,” tambah Nanik.

Tips Mengenali Makanan Matang pada Program MBG

Agar tidak terjadi kegaduhan serupa, masyarakat diimbau untuk:

Cek Tekstur: Bandeng presto memiliki daging yang lembut dan duri yang mudah hancur, tanda proses pemanasan tinggi telah selesai.

Baca Label: Periksa instruksi konsumsi yang tertera pada kotak makanan.

Lapor Resmi: Jika menemukan ketidaksesuaian, sampaikan melalui saluran resmi sekolah atau SPPG setempat.

Program Makan Bergizi Gratis adalah langkah besar pemerintah untuk mencetak generasi unggul. Dukungan dan masukan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga kualitas program ini tetap prima.

 

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
News

Lowongan 30 Ribu Manager Kopdes Merah Putih Resmi Dibuka, Syarat Sangat Mudah

finnews.id – Pemerintah resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk 30.000 posisi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan...

News

Prabowo-Macron Bahas Kerja Sama Strategis, dari Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif

finnews.id – Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis...

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan
News

Lowongan Kerja BPJS Ketenagakerjaan 2026: Cek Posisi, Syarat, dan Link Pendaftaran

finnews.id – BPJS Ketenagakerjaan resmi membuka rekrutmen karyawan baru mulai Sabtu, 11...

News

Apriasi Satgas PKH, Prabowo: Selamatkan Aset Rp370 Triliun, Setara 10 Persen APBN

finnews.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkap capaian besar pemerintah dalam mengamankan kekayaan...