finnews.id – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan terdampak konflik Timur Tengah agar tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari perwakilan RI serta otoritas setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan Mugiyanto melalui keterangan video dari Doha, Qatar, yang diterima di Jakarta, Selasa. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah tiga hari tertahan di negara tersebut saat dalam perjalanan menuju Jenewa, Swiss.
“Kami berharap kita semua yang berada di wilayah terdampak konflik militer ini tetap tenang dan kita percayakan saja situasi ini segera membaik dan kita ikuti saja apa yang menjadi kebijakan-kebijakan dan juga arahan dari duta besar dan otoritas setempat,” ucap dia.
Gagal Hadiri Sidang Dewan HAM PBB
Mugiyanto menjelaskan bahwa dirinya tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Jenewa untuk menghadiri sidang Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia bersama delegasi dari Kementerian HAM terdampar di Doha selama tiga hari terakhir.
Menurutnya, kondisi keamanan di kawasan masih belum kondusif. Hingga kini belum ada kepastian kapan konflik akan mereda maupun kapan wilayah udara Qatar dan negara-negara sekitarnya kembali dibuka.
“Kami hanya bisa berharap mudah-mudahan segera dipulihkan ruang udara, wilayah udara, di Qatar dan negara-negara sekitar dan perdamaian bisa segera terwujud,” tuturnya.
Ratusan WNI Tertahan di Sejumlah Negara
Berdasarkan informasi dari Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Guruh Langkah Samudera, lebih dari 100 WNI dilaporkan tertahan di Bandar Udara Internasional Hamad.
“Selain yang berada di Doha, Qatar, ada juga puluhan bahkan ratusan warga negara Indonesia yang terdampar di Uni Emirat Arab, ya, di Dubai, ada juga yang di Kuwait, di Arab Saudi, Bahrain. Kita semua tidak bisa terbang, tidak bisa melanjutkan perjalanan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dampak konflik juga dirasakan WNI yang tinggal di negara-negara sekitar.
“Tidak hanya itu, warga Indonesia yang berada di negara-negara sekitar ini juga semuanya terdampak. Kita punya persoalan dengan rasa aman, kita juga punya persoalan karena oleh negara di tempat kami berada sekarang kita tidak boleh keluar rumah,” imbuhnya.
Konflik Memanas di Tengah Perundingan
Diketahui, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2) dini hari waktu setempat menyasar sejumlah wilayah strategis, termasuk ibu kota Teheran.
Eskalasi ini terjadi di tengah perundingan tidak langsung antara AS dan Iran yang dimediasi Oman terkait pembatasan program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi. Putaran ketiga perundingan tersebut sebelumnya berlangsung di Jenewa pada Kamis (26/2).