finnews.id – Berikut ini bacaan niat sholat Idul Adha yang wajib diketahui oleh setiap umat muslim ketika ingin melakukan ibadah sunah dua rakaat yang sangat dianjurkan.
Suasana pagi saat Hari Raya Kurban selalu membawa getaran spiritual yang mendalam.
Sayup-sayup gema takbir yang bersahutan sejak malam hari seolah memanggil kaum mukmin di seluruh penjuru dunia untuk bersiap menyambut hari kemenangan.
Hari raya yang identik dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci serta penyembelihan hewan kurban ini menjadi momentum sakral untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sekaligus mempererat tali persaudaraan antar-sesama.
Agar ibadah sunah sholat Idul Adha ini berjalan dengan khusyuk, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui detail bacaannya secara saksama, agar ibadah berjalan sempurna.
Berikut niat sholat Idul Adha, baik saat memimpin shalat ayau imam maupun ketika berdiri di dalam shaf sebagai makmum.
Bacaan Niat Shalat Iduladha untuk Imam
Bagi seorang imam yang memimpin jalannya ibadah berjamaah, berikut adalah lafal yang dibaca:
اُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Ushalli sunnatal li‘idil adha rak‘ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta‘aala. Allaahu akbar.
Artinya: “Aku berniat shalat sunah Iduladha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Taala. Allahu Akbar.”
Bacaan Niat Shalat Iduladha untuk Makmum
Sementara itu, bagi umat muslim yang berdiri di belakang imam, wajib melafalkan niat sholat Idul Adha khusus makmum sebagai berikut:
اُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Ushalli sunnatal li‘idil adha rak‘ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta‘aala. Allaahu akbar.
Artinya: “Aku berniat shalat sunah Iduladha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Taala. Allahu Akbar.”
Mengurai Langkah demi Langkah: Urutan Tata Cara Pelaksanaan
Setelah memantapkan niat sholat Idul Adha di dalam hati, jamaah akan dipandu oleh imam untuk memulai ibadah. Berbeda dengan shalat wajib lima waktu atau shalat Jumat, tata cara shalat Id memiliki karakteristik tersendiri, terutama pada jumlah takbir tambahan di rakaat pertama dan kedua.