Waktu yang paling utama dan afdal adalah saat matahari telah naik setinggi satu tombak dalam pandangan mata (sekitar waktu Syuruq atau Dhuha awal). Berbeda dengan Idulfitri yang pelaksanaannya sedikit diulur demi memberi waktu pembagian zakat fitrah, para ulama menyarankan agar ibadah shalat Iduladha digulirkan lebih awal.
Mengapa demikian? Urgensi pelaksanaan yang lebih pagi ini bertujuan untuk memberikan kelonggaran waktu yang cukup bagi panitia dan masyarakat dalam prosesi penyembelihan hewan kurban setelah shalat selesai. Melalui manajemen waktu yang baik ini, distribusi daging kurban kepada kaum duafa dan masyarakat luas dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan efisien.
Sebagai catatan penting bagi jamaah, ibadah tahunan ini wajib dilaksanakan secara berjamaah, di mana penyampaian khutbah edukatif oleh khatib dilakukan tepat setelah shalat selesai, bukan sebelumnya. Melalui pemahaman menyeluruh terhadap esensi, ketentuan waktu, hingga pelafalan niat sholat Idul Adha, semoga ibadah yang kita jalankan pada hari raya ini diterima di sisi Allah SWT.