finnews.id – Jose Mourinho diprediksi bakal kembali melatih Real Madrid setelah raksasa Spanyol itu menutup musim ini dengan pahit.

Sayangnya, manajemen El Real harus merogoh kocek jauh lebih dalam dari perkiraan awal untuk mendaratkan pelatih asal Portugal tersebut.

Langkah ini diambil setelah Real Madrid menyudahi musim tanpa raihan satu pun trofi.

Presiden klub, Florentino Perez, langsung bergerak cepat mencari nakhoda baru, dan pilihan utamanya jatuh pada pria yang dijuluki The Special One tersebut.

Meski masa keemasan Jose Mourinho dinilai sudah lewat, pelatih berusia 63 tahun itu rupanya masih mendapat dukungan penuh dari jajaran petinggi Madrid.

Di sisi lain, Mourinho yang saat ini melatih Benfica juga dilaporkan sangat tertarik untuk kembali ke Santiago Bernabeu.

Klausul Pelepasan Mourinho Melonjak

Berdasarkan laporan media Spanyol, AS, dilansir SportsMole, nilai klausul pelepasan Mourinho mendadak naik drastis.

Sebelumnya, mantan pelatih Chelsea itu bisa ditebus dengan biaya 7 juta euro atau sekitar 6 juta poundsterling selama beberapa pekan terakhir.

Namun, masa berlaku klausul murah tersebut kedaluwarsa pada Selasa, 26 Mei, dan kini melonjak menjadi 15 juta euro atau setara 13 juta poundsterling.

Angka ini naik lebih dari dua kali lipat, sehingga Benfica berhak menuntut kompensasi yang jauh lebih tinggi jika Madrid ingin membawa pergi pelatih mereka.

Masalahnya, tangan Real Madrid saat ini sedang terikat oleh proses pemilihan presiden klub yang sedang berlangsung.

Walau kemenangan Perez sudah di depan mata, pihak klub tetap harus menghormati hak suara para socios (anggota klub) dan belum bisa meresmikan penunjukan pelatih baru sebelum hasil pemilu diumumkan secara sah.

Blunder Mahal Florentino Perez

Perez tampaknya mulai menyesali keputusannya menggelar pemilu kilat.

Langkah itu awalnya diambil untuk mengamankan posisinya di kursi presiden setelah dihujani kritik tajam akibat performa buruk tim di akhir musim.

Ketegangan internal bahkan sempat memanas akibat insiden keributan antara Valverde dan Tchouameni di fasilitas latihan yang sempat merusak keharmonisan ruang ganti.