Home News Ini Tata Cara dan Niat Salat Gerhana Matahari Cincin Menjelang Fenomena 17 Februari
News

Ini Tata Cara dan Niat Salat Gerhana Matahari Cincin Menjelang Fenomena 17 Februari

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Para pengamat astronomi dan masyarakat luas kini tengah bersiap menyambut fenomena alam langka, Gerhana Matahari Cincin, yang akan terjadi pada 17 Februari 2026. Peristiwa astronomi yang menakjubkan ini dapat masyarakat saksikan di sejumlah wilayah dunia, termasuk sebagian wilayah Indonesia. Fenomena ini tidak hanya menarik dari sisi sains, tetapi juga menyimpan makna spiritual mendalam bagi umat Islam.

Berdasarkan data Time and Date, Gerhana Matahari Cincin terjadi saat Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus yang sejajar. Namun, pada saat itu, posisi Bulan berada pada titik yang relatif lebih jauh dari Bumi. Kondisi tersebut menyebabkan piringan Bulan tampak lebih kecil di langit dan tidak mampu menutupi seluruh piringan Matahari secara sempurna.

Hasilnya, pada puncak gerhana, bagian tepi Matahari akan terlihat menyembul di sekeliling piringan Bulan. Cahaya ini membentuk lingkaran cahaya yang sangat indah menyerupai cincin api atau yang para ahli kenal dengan istilah annulus. Meskipun fenomena ini tidak menyebabkan kegelapan total seperti gerhana matahari total, peristiwa ini tetap menjadi momen istimewa yang patut kita syukuri dan sikapi dengan bijak.

Perspektif Islam: Tanda Kebesaran Sang Pencipta

Dalam ajaran Islam, fenomena gerhana bukan sekadar peristiwa mekanika langit biasa. Islam memandang gerhana matahari sebagai salah satu tanda nyata dari kehebatan dan kekuasaan Allah SWT atas alam semesta. Oleh karena itu, umat Islam mendapatkan anjuran kuat (sunnah muakkadah) untuk melaksanakan salat gerhana matahari atau yang sering disebut sebagai salat kusuf al-syams.

Melansir dari laman NU Online, umat Islam dapat melaksanakan salat ini secara berjamaah di masjid maupun secara mandiri di rumah masing-masing. Pelaksanaannya mengikuti waktu terjadinya gerhana di wilayah setempat. Berbeda dengan salat fardu, salat gerhana tidak membutuhkan panggilan adzan maupun iqamah. Sebagai gantinya, muazin atau imam cukup menyerukan panggilan “ashshalâtu jâmi‘ah” untuk mengajak jemaah memulai ibadah.

Bagikan
Written by
Ari Nur Cahyo

Penulis di FIN Corp sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.

Artikel Terkait
News

Aturan Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta 2026: Simak dengan Teliti Penjelasan Lengkapnya!

finnews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menghadirkan kabar baik bagi...

News

Pabrik Baja Krakatau Osaka Steel Tutup, 170 Pekerja Terdampak

finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari industri baja nasional. Osaka Steel Co...

News

MELEDAK! Subsidi Energi Tembus Rp118,7 Triliun di Awal 2026, Melonjak 266 Persen

finnews.id – Angka subsidi dan kompensasi energi Indonesia benar-benar “meledak” di awal 2026....

Harga BBM Pertamina naik per 4 Mei 2026. Solar dan Pertamax Turbo melonjak, sementara Pertamax dan BBM subsidi tetap stabil.
News

Harga BBM Pertamina Naik Lagi! Solar dan Pertamax Turbo Melonjak, Ini Daftar Terbaru per 4 Mei 2026

finnews.id – Perubahan harga bahan bakar kembali terjadi di awal Mei 2026....