Home News Tragedi ATR 42-500: Video Call Florencia Lolita hingga Pencarian Total Korban
News

Tragedi ATR 42-500: Video Call Florencia Lolita hingga Pencarian Total Korban

Update tragedi ATR 42-500

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Tragedi pesawat ATR 42-500 adalah suatu hal pilu yang masih diselimuti tanda tanya hingga saat ini.

Berdasarkan data yang ada, saat ini masih dilakukan pencarian korban.

Pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak ditemukan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di Puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Minggu (18/01).

Sebelum pesawat ATR 42-500 jatuh di Pangkep, pramugari Florencia Lolita Wibisono atau Olen (32) sempat melakukan video call dengan ibunya. Momen itu terekam sebagai percakapan terakhir sebelum tragedi terjadi.

Pesawat ATR 42-500 hilang kontak saat penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Belakangan, pesawat yang ditumpangi tujuh kru dan tiga penumpang itu jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep pada Minggu (18/1).

 

Tante dari Olen, Suly Mandang, mengatakan keluarga mendapatkan informasi pesawat jatuh pada Sabtu. Keluarga kemudian bertolak ke Makassar untuk menjalani pemeriksaan antemortem terkait peristiwa itu.

“Kemarin dapat info pesawat yang dinaiki Olen bahwa hilang. Kakaknya yang menghubungi kami bahwa Olen di pesawat itu,” kata Suly kepada wartawan Minggu.Suly menjelaskan bahwa keponakannya itu sempat menghubungi keluarga pada Jumat (16/1). Selain menanyakan kabar keluarga, Olen juga memohon doa dari orang tuanya.

“Terakhir dia video call baru sekarang lihatin mamanya terus. Sebelum dia (Olen) berangkat dari Jogjakarta ke Makassar itu memberi tahu bahwa akan melakukan perjalanan dinas di situ,” kata dia.

Dia menyebut Florencia memang kerap menghubungi orang tuanya ketika ada waktu luang. Komunikasi itu intens sejak ibu Olen baru keluar dari rumah sakit.

“Dia minta doakan untuk perjalanannya. Ibunya belum lama keluar rumah sakit. Saat ibunya sakit, Olen rutin telepon saat ada waktu luang,” ujar Suly.

“Dia aktif berkomunikasi dengan kami keluarga. Setiap ada waktu dia telepon kami. Kadang video call di grup whatsapp,” kata Suly.

Keluarga belum mendapat kepastian terkait nasib Florencia. Keluarga berharap yang terbaik di tengah pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di pegunungan.

“Kita masih mengharapkan yang terbaik untuk Olen, tapi kami percaya sebagai orang beriman apa yang Tuhan buat itu baik adanya,” kata dia.

Berdasarkan data manifes, pesawat ATR 42-500, selain Olen, dalam pesawat itu terdapat pilot Captain Andi Dahanto dan kopilot Farhan Gunawan. Selain itu ada Flight Operation Officer (FOO), Hariadi dan 2 orang Engineer on Board (EOB) atau teknisi bernama Resti Ad dan Dwi Murdiono, serta pramugari Esther Aprilita.

Sementara tiga penumpang masing-masing bernama Deden, Ferry dan Yoga. Ketiga penumpang merupakan pegawai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tim SAR kemudian menemukan satu korban pria yang belum diketahui identitasnya di kawasan Gunung Bulusaraung pada kemarin sekitar pukul 14.20 Wita. Korban ditemukan di sekitar jurang dengan kedalaman kurang lebih 200 meter.

“Di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat,” ujar Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar.

Proses evakuasi masih tertunda lantaran cuaca buruk dan medan ekstrem. Tim SAR akan melanjutkan upaya evakuasi jenazah korban pada hari ini.

Perkembangan terbaru

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan temuan ini menambah jumlah korban yang berhasil ditemukan sejak operasi pencarian dilakukan.

“Kemarin kita sudah menemukan satu korban. Kemudian hari ini juga telah ditemukan satu korban,” ujar Mohammad Syafii kepada wartawan di Kota Makassar, Senin (19/01).

Menurut Syafii, lokasi korban kedua tidak jauh dari posisi korban pertama. Namun, medan tempat korban ditemukan jauh lebih ekstrem karena berada di jurang yang sangat dalam.

“Kedalaman korban diperkirakan ada di 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung,” katanya.

Terkait identitas korban, Basarnas menyebutkan informasi awal mengenai jenis kelamin korban masih simpang siur dan belum dapat dipastikan. Syafii menjelaskan bahwa proses identifikasi akan dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan.

“Ada informasi yang kami terima mengenai jenis kelamin korban, namun untuk kepastiannya tentu itu bukan ranah kami. Identifikasi akan dilakukan oleh tim DVI,” ujarnya.

Hingga Senin sore, proses evakuasi terhadap korban kedua masih berlangsung.

Tim SAR Gabungan berencana melakukan evakuasi melalui jalur darat karena kondisi cuaca belum memungkinkan menggunakan helikopter.

Cuaca buruk dan medan terjal di kawasan Gunung Bulusaraung disebut menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 400 tersebut.

Operasi SAR akan terus dilanjutkan untuk mencari korban lainnya serta mengumpulkan bagian-bagian pesawat yang dapat membantu proses investigasi lebih lanjut.

Bagikan
Artikel Terkait
Harga nafta melambung ke USD901,9/ton akibat gejolak Timur Tengah! Siap-siap harga plastik, minyak goreng, dan beras ikut naik.
News

Harga Plastik Hingga Sembako Terancam Melejit! Gejolak Timur Tengah Bikin Nafta Tembus USD901, Siap-Siap Dompet Kering

finnews.id – Hati-hati, gejolak geopolitik di Timur Tengah ternyata bukan cuma soal...

Tarif Baru Listrik
News

Tarif Listrik PLN Terbaru April 2026, Ada Penyesuaian?

finnews.id – Pemerintah melalui PT PLN (Persero) memastikan tarif listrik periode 20–26...

News

Terbaru! Jadwal UTBK SNBT 2026 Sesi Siang! Cek Jam Ujiannya

finnews.id – Waktu pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan...

News

Produsen Naikan Harga Minyakita, Ini Sanksi yang Bakal Diterima

finnews.id – Pemerintah mengirim sinyal tegas kepada produsen minyak goreng. Menteri Pertanian...