Home News Korban Tewas Tembus 1.000 Jiwa, Pakar Pertanyakan Pemerintah ‘Enggan’ Terapkan Bencana Nasional
News

Korban Tewas Tembus 1.000 Jiwa, Pakar Pertanyakan Pemerintah ‘Enggan’ Terapkan Bencana Nasional

Bagikan
UMS bencana
Guru Besar Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si terkait bencana Sumatera.Foto:UMS
Bagikan

Bukti Deforestasi di Balik Banjir

Kuswaji juga mengungkap fakta mengejutkan di balik hantaman banjir bandang kali ini. Keberadaan kayu-kayu gelondongan yang hanyut menghantam permukiman warga menjadi bukti telanjang adanya praktik deforestasi dan alih fungsi hutan di wilayah hulu.

“Kayu-kayu yang hanyut itu bukan sekadar patah karena bencana, melainkan kayu yang sudah ditebang, bahkan ada yang sudah digergaji. Hutan kehilangan perannya untuk menyerap air, sehingga hujan deras langsung berubah menjadi aliran mematikan yang menghantam hilir,” ungkap Kuswaji dengan nada miris.

Ia pun mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total terhadap tata guna lahan. Pemerintah perlu membandingkan keuntungan ekonomi dari industri ekstraktif seperti sawit dan tambang dengan kerugian masif yang ditimbulkan oleh bencana. Kerugian tersebut tidak hanya berupa infrastruktur yang putus, tetapi juga hilangnya mata pencaharian dan trauma psikologis warga yang memakan waktu bertahun-tahun untuk pulih.

Solusi dan Langkah Strategis

Prof. Kuswaji menawarkan tiga solusi utama bagi pemerintah:

Pembenahan Tata Guna Lahan: Mengembalikan fungsi hutan di wilayah hulu dan menghentikan eksploitasi yang tidak terkendali.

Penghitungan Kerugian Menyeluruh: Negara harus jujur menghitung kerugian ekonomi, sosial, dan ekologi dibandingkan pendapatan dari sektor industri ekstraktif.

Kolaborasi Multisektoral: Merangkul akademisi, masyarakat sipil, hingga sektor swasta dalam mitigasi jangka panjang, bukan hanya saat tanggap darurat.

“Status bencana nasional adalah bentuk pengakuan politik dan moral negara atas penderitaan warganya. Ini lampu merah bagi kita untuk segera membenahi akar masalah di hulu sebelum tragedi serupa berulang,” pungkasnya.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
News

Aturan Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta 2026: Simak dengan Teliti Penjelasan Lengkapnya!

Kebijakan bebas pajak kendaraan listrik di Jakarta menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah...

News

Pabrik Baja Krakatau Osaka Steel Tutup, 170 Pekerja Terdampak

Penutupan PT Krakatau Osaka Steel bukan hanya soal bisnis, tetapi juga menjadi...

News

MELEDAK! Subsidi Energi Tembus Rp118,7 Triliun di Awal 2026, Melonjak 266 Persen

finnews.id – Angka subsidi dan kompensasi energi Indonesia benar-benar “meledak” di awal 2026....

Harga BBM Pertamina naik per 4 Mei 2026. Solar dan Pertamax Turbo melonjak, sementara Pertamax dan BBM subsidi tetap stabil.
News

Harga BBM Pertamina Naik Lagi! Solar dan Pertamax Turbo Melonjak, Ini Daftar Terbaru per 4 Mei 2026

Kebijakan ini menjadi penopang penting bagi masyarakat di tengah kenaikan harga BBM...