Home Internasional Empat Negara Boikot Eurovision 2026 karena Partisipasi Israel
Internasional

Empat Negara Boikot Eurovision 2026 karena Partisipasi Israel

Bagikan
ABBA, Image Pasja1000 / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Empat negara Eropa dikabarkan memutuskan untuk boikot Eurovision 2026 setelah Israel dipastikan dapat berpartisipasi di kontes lagu tahunan tersebut.

Keputusan ini muncul meski beberapa penyiar Eropa mendesak agar Israel dikeluarkan karena konflik di Gaza yang menimbulkan krisis kemanusiaan serius.

Negara yang Memutuskan Boikot

Negara-negara yang menyatakan boikot adalah Irlandia, Spanyol, Slovenia, dan Belanda. Penyiar Irlandia, RTÉ, menyebut bahwa partisipasi mereka “tidak dapat diterima” mengingat kehilangan nyawa yang tragis di Gaza.

RTÉ juga menegaskan bahwa kondisi kemanusiaan yang berkelanjutan di sana membuat partisipasi Irlandia tidak sejalan dengan nilai-nilai publik mereka.

Sementara itu, penyiar Spanyol, RTVE, menyatakan tidak akan menyiarkan kontes maupun babak semi-final di Wina tahun depan.

Menurut RTVE, proses pengambilan keputusan EBU dianggap tidak memadai dan menimbulkan ketidakpercayaan.

Menteri Kebudayaan Spanyol, Ernest Urtasun, mendukung langkah boikot, menekankan bahwa kebudayaan harus berpihak pada perdamaian dan keadilan.

Belanda melalui penyiar Avrotros juga menarik diri. Pernyataan resmi Avrotros menyebut bahwa partisipasi Eurovision “tidak dapat diselaraskan dengan nilai-nilai publik yang menjadi dasar organisasi kami.”

Slovenia, melalui RTVSLO, menambahkan bahwa partisipasi “akan bertentangan dengan nilai-nilai perdamaian, kesetaraan, dan rasa hormat” yang mereka junjung.

Keputusan EBU dan Kontroversi Partisipasi Israel

European Broadcasting Union (EBU), organisasi penyelenggara Eurovision, memutuskan untuk melanjutkan kontes 2026 dengan Israel tetap berpartisipasi.

Alih-alih melakukan pemungutan suara khusus mengenai Israel, anggota EBU hanya menyetujui perubahan aturan untuk mencegah promosi lagu secara berlebihan oleh pemerintah atau pihak ketiga.

Menurut EBU, mayoritas anggota setuju bahwa tidak ada kebutuhan untuk pemungutan suara lebih lanjut tentang partisipasi Israel.

Keputusan ini tetap mempertahankan integritas kontes sekaligus memperkenalkan perlindungan tambahan dalam sistem voting.

Israel menyambut baik keputusan tersebut. Presiden Israel, Isaac Herzog, menyatakan bahwa negara tersebut “layak diwakili di setiap panggung dunia” dan berharap kontes tetap menjadi ajang persahabatan, musik, dan pemahaman lintas budaya.

Respons Negara Lain

Beberapa negara Nordik seperti Norwegia, Swedia, Finlandia, Denmark, dan Islandia menyatakan akan tetap mendukung kontes, menekankan pentingnya dialog berkelanjutan untuk menjaga kredibilitas Eurovision.

BBC Inggris juga memastikan akan menyiarkan kontes, mendukung keputusan EBU untuk menegakkan aturan secara adil.

Sementara itu, Rusia tetap dilarang berpartisipasi sejak invasi ke Ukraina pada 2022, menambah kompleksitas geopolitik dalam penyelenggaraan Eurovision.

Tentang Eurovision dan Artis Dunia yang Lahir dari Ajang Ini

Eurovision Song Contest adalah kontes musik tahunan terbesar di Eropa yang pertama kali diselenggarakan pada 1956.

Acara ini mempertemukan penyanyi dan grup musik dari negara-negara anggota European Broadcasting Union (EBU) untuk memperebutkan lagu terbaik.

Eurovision dikenal tidak hanya sebagai kompetisi musik, tetapi juga sebagai platform budaya dan diplomasi yang mempromosikan persahabatan antarnegara.

Banyak artis kelas dunia yang memulai karier mereka lewat Eurovision, termasuk:

  • ABBA (Swedia) – menang pada 1974 dengan lagu “Waterloo”.

  • Celine Dion (Swiss) – menang pada 1988 sebelum menjadi superstar internasional.

  • Julio Iglesias (Spanyol) – ikut ajang sebelum mendunia.

  • Loreen (Swedia) – menang pada 2012 dengan lagu “Euphoria” yang menjadi hit global.

Eurovision tetap menjadi panggung penting bagi talenta baru dan ikon musik internasional, meski selalu dikelilingi dinamika politik dan kontroversi.

Kesimpulan

Boikot yang dilakukan Irlandia, Spanyol, Slovenia, dan Belanda menyoroti bagaimana konflik global dapat memengaruhi ajang budaya internasional.

Eurovision 2026 akan tetap berlangsung di Wina, Austria, menandai edisi ke-70 kontes musik terbesar dunia, namun keputusan Israel untuk tetap berpartisipasi memicu kontroversi dan perdebatan politik yang luas.

Referensi: The Guardian

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Kali Pertama Sejak Konflik AS-Iran Pecah, Harga Bensin dan Solar di China Turun

finnews.id – Pemerintah China akhirnya membawa angin segar bagi para pemilik kendaraan....

IMF puji ekonomi Indonesia sebagai bright spot dunia! Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pamer fiskal solid dan dorong investasi hilirisasi di Washington.
Internasional

Indonesia Jadi Bright Spot Ekonomi Dunia! Menkeu Purbaya Pamer Pujian IMF di Washington DC

finnews.id – Kabar membanggakan datang dari panggung ekonomi internasional! Di tengah awan...

Internasional

Gencatan Senjata di Timur Tengah Belum Pasti: Harga Minyak Melonjak, Saham Berguncang! 

finnews.id – Pasar global kembali menghadapi situasi pelik pada pembukaan pekan ini....

Internasional

Iran Buka Selat Hormuz, Dua Tanker Pertamina Siap Lanjutkan Pelayaran

finnews.id – Kabar baik datang dari jalur perdagangan laut paling vital di...