finnews.id – Penerbangan Mach 3+ bisa jadi kenyataan dalam 10 tahun, berkat kolaborasi antara Helix Motors dan Astro Mechanica. Kedua perusahaan ini tengah mengembangkan mesin supersonik generasi baru yang menargetkan kecepatan tiga kali kecepatan suara untuk penerbangan penumpang dan kargo. Jika berhasil, perjalanan antara London dan New York dapat dipangkas menjadi hanya sekitar tiga jam, sesuatu yang sebelumnya hanya ada dalam film fiksi ilmiah.
Teknologi Motor Listrik Hypercar dalam Pesawat
Helix Motors dikenal sebagai pemasok motor listrik berperforma tinggi untuk mobil Lotus dan McMurtry Spéirling. Motor-motor ini memiliki output lebih dari 1.200 tenaga kuda per unit, tetapi beratnya hanya 31,3 kg. Kombinasi tenaga besar dan bobot ringan ini menjadi kunci bagi sistem dual-propulsion yang dikembangkan Astro Mechanica. Sistem ini memisahkan unit propulsi dari inti turboshaft, memungkinkan turbogenerator menghasilkan listrik untuk menggerakkan motor Helix yang mengontrol kipas dan kompresor pesawat.
Hybrid Engine untuk Semua Kecepatan
Sistem mesin hybrid ini dirancang agar efisien dari takeoff hingga kecepatan Mach 3+. Pada kecepatan subsonik, sistem beroperasi seperti turbofan. Saat kecepatan supersonik rendah, mesin meniru turbojet, dan pada kecepatan sangat tinggi, mesin bisa berfungsi seperti ramjet. Konsep ini mirip dengan bagaimana hypercar menggunakan motor listrik untuk mengisi celah torsi atau melaju di kota dengan tenaga baterai, sehingga bahan bakar lebih hemat.
Generasi Berikutnya dan Uji Coba
Astro Mechanica sedang menguji prototipe Duality generasi keempat, dengan target penerbangan pertama dalam tiga tahun ke depan. Bersama Helix, mereka mengembangkan motor khusus untuk generasi kelima, yang akan lebih ringan dan mampu beroperasi pada ketinggian ekstrem, mendekati penerbangan sub-orbital. Tujuan jangka panjangnya adalah membuat penerbangan supersonik on-demand semurah dan sepraktis penerbangan komersial saat ini.
Dampak pada Industri dan Pariwisata
Jika teknologi ini berhasil, industri penerbangan akan mengalami transformasi besar. Waktu perjalanan antar benua bisa dipersingkat drastis, yang akan membuka peluang baru untuk pariwisata, bisnis, dan pengiriman kargo cepat. Selain itu, efisiensi bahan bakar yang ditawarkan oleh sistem hybrid dapat menurunkan emisi karbon, yang selama ini menjadi masalah utama bagi penerbangan supersonik.
Tantangan dan Harapan
Meski janji ini menarik, ada tantangan teknis dan regulasi yang harus dihadapi. Penerbangan supersonik memerlukan desain aerodinamis ekstrem, manajemen panas yang canggih, dan izin untuk melintasi wilayah udara internasional pada kecepatan tinggi. Namun, integrasi motor listrik berperforma tinggi dari sektor otomotif dan pendekatan hybrid memberi harapan bahwa penerbangan Mach 3+ dapat menjadi kenyataan dalam dekade berikutnya.
Kesimpulan
Penerbangan Mach 3+ bisa jadi kenyataan dalam 10 tahun dengan teknologi motor listrik ultra ringan dan sistem mesin hybrid yang dikembangkan Helix Motors dan Astro Mechanica. Jika berhasil, perjalanan jarak jauh akan lebih cepat, lebih efisien, dan berpotensi mengubah paradigma transportasi global. Masa depan penerbangan supersonik kini tampak semakin dekat dari sekadar imajinasi, menuju realitas praktis.
Referensi:
-
TechRadar, “Supersonic Air Travel Could Cut London–New York to 3 Hours”, 2025
- Astro Mechanica
- dual-propulsion
- efisiensi bahan bakar supersonik
- generasi baru mesin hybrid
- Helix Motors
- inovasi mesin supersonik
- Mach 3
- mesin hybrid pesawat
- motor listrik hypercar
- motor listrik ringan untuk pesawat supersonik
- pariwisata supersonik
- penerbangan sub-orbital masa depan
- penerbangan supersonik
- perjalanan cepat antar benua
- perjalanan penumpang on-demand
- teknologi aerospace
- teknologi dual-propulsion untuk jet
- turbogenerator supersonik; penerbangan Mach 3+ London–New York
- uji coba pesawat supersonik