Pemandangan ini kembali memicu perdebatan tentang rusaknya hutan di Sumatra.

Warganet mengaitkan fenomena tersebut dengan meningkatnya kejadian banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir.

Banyak yang menilai pembukaan lahan dan penebangan liar selama bertahun-tahun akhirnya “menagih balasannya” melalui bencana alam yang lebih parah.

Dengan adanya data lapangan, rekaman viral, serta pernyataan pejabat daerah dan pusat, tekanan publik kini mengarah kepada perlunya investigasi menyeluruh untuk menelusuri:

  • apakah kayu tersebut berasal dari operasi ilegal,
  • apakah ada pihak yang menyalahgunakan PHAT untuk mencuci kayu ilegal,
  • serta apakah kerusakan hutan memperburuk dampak banjir.

Gakkum Kemenhut memastikan pemeriksaan masih berlangsung untuk memastikan seluruh fakta di lapangan.