Catatan Dahlan Iskan

Kopi (K)Mojang

Bagikan
Bagikan

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi15 November 2025: Bebek Djibouti

djokoLodang

-o– Cakra Pertama … Kami hanya punya waktu tiga jam di Makkah. Harus balik ke Jeddah. Masalahnya: kini sudah ada Warung Madura di Makkah. Kami pun ke sana. … *) Menurut salah satu paham, Abah masih berkutat di kesadaran pertama, dari tujuh tingkat kesadaran. Kesadaran paling bawah. Masih dikuasai nafsu makan. –0-

rid kc

Ke Djibouti mau lihat pangkalan Tiongkok di sana ya? Djibouti maju karena menggandeng Tiongkok dalam pembangunan negaranya. Tiongkok diijinkan membangun pangkalan militer di Djibouti oleh pemerintah negara tersebut. Jadilah pangkalan militer ini menjadi pangkalan militer terbesar Tiongkok di luar negeri. AS dan negara Eropa yang semula menguasai Afrika mulai mendapat saingan. Rusia pun juga menapakkan kakinya di benua hitam itu. Benua Afrika menjadi pertarungan negara besar untuk menancapkan pengaruhnya di Afrika. Indonesia pun ada kerja sama pembangunan dengan Kongo, Afrika Selatan, Kenya dan masih banyak lagi.

Jo Neca

Keterangan foto ke 5..Kalau foto dengan emak-emak.Sopan dan berwibawa..Kalau foto dengan 5 i..Agak genit dan ah sudahlah..Mencoba memaklumi hati 40an tahun.

Taufik Hidayat

Di artikel ada pesawat Buraq. (ÜZ) Itu pesawat dari Libya dan base nya di Mitiga AirPort di Tripoli . Tapi saya lebih suka dongeng soal Bouraq Airline yang di kampung kita sendiri yang sekarang sudah gak ada. Dulu saya suka naik Bouraq (BO) karena punya pesawat HS748. Jadi seakan akan lebih besar dari Boeing 747 He He. Pernah sekali naik dari DPS (Denpasar) ke CGK . Tapi ternyata pesawatnya delay karena hujan di KOE (kupang). Delay sekitar dua jam akhirnya pesawat terbang juga dan sesuai rute mestinya transit di SUB (Juanda)dan BDO (Husein – Bandung). Pesawat terbang ke Surabaya penumpang turun semua dan saya transit. Ternyata hanya saya yg transit ketika naik lagi ke pesawat .. tidak ada penumpang yg naik dari Surabaya karena delay jadi sudah ditransfer ke penerbangan lain. Akhirnya saya jadi satu satunya penumpang dengan dua pramugari cantik . Serasa pesawat pribadi bahkan dikasih rokok dan makanan kecil juga . Rokoknya aja dua bungkus dikasihnya . (Dulu naik pesawat masih boleh merokok) . Dan akhirnya pilot juga bikang Parwati gak jadi ke BDO langsung CGK aja karena tidak ada lagi penumpang di BDO. Landing di terminal 1C. Saya turun dan langsung lewat dalam jalan kaki ke kantor di terminal 1 A. (Belum ada terminal 2 ) petugasnya heran penumpangnya hilang.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Rumah Pala

  Kami terus memasuki kebun pala lebih ke dalam. Ini lagi musim...

Catatan Dahlan Iskan

New Rhun

Kalau sedang tidak musim pala –pohon pala berbuah tiga kali setahun– mereka...

Catatan Dahlan Iskan

Lu Biau

  Nama lengkapnya dulu: 卢比奥 (Lú bǐ ào). Namanya sekarang menjadi: 鲁比奥...

Catatan Dahlan Iskan

Tuntutan Tinggi

Lalu saya pun mengontak mas Agus: “Kok yang Mas Agus tulis itu...