Meskipun telah melakukan efisiensi besar-besaran, kondisi keuangan Indofarma masih berada di bawah tekanan berat.
Dalam laporan keuangan per 30 September 2025, perusahaan mencatat kerugian sebesar Rp127,09 miliar. Nilai ini turun dari Rp166,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, defisiensi modal masih mencapai Rp890,94 miliar. Sementara liabilitas jangka pendek melampaui aset lancar hingga Rp1,09 triliun.
Pendapatan bersih pun turun tipis menjadi Rp133,73 miliar, dibandingkan Rp137,87 miliar pada kuartal III-2024.
Langkah rightsizing diharapkan dapat menekan biaya operasional dan memulihkan stabilitas keuangan BUMN farmasi yang tengah goyah ini.
- alasan Indofarma melakukan PHK massal 2025
- BUMN
- dampak PHK Indofarma terhadap karyawan
- Headline
- Indofarma
- Indofarma PHK
- Indofarma PHK 2025
- Indofarma PHK massal 2025
- jumlah karyawan Indofarma setelah PHK
- Karyawan
- keuangan
- kondisi keuangan Indofarma terbaru
- kondisi keuangan Indofarma terkini
- langkah penyelamatan Indofarma dari kebangkrutan
- masa depan Indofarma setelah PHK
- penyebab PHK Indofarma
- PHK
- PHK massal BUMN
- PHK Massal Indofarma
- PT Indofarma Tbk INAF
- Restrukturisasi
- restrukturisasi BUMN farmasi
- restrukturisasi Indofarma
- restrukturisasi Indofarma pasca PKPU
- rightsizing Indofarma
- update laporan keuangan Indofarma kuartal III 2025