finnews.id – Bentrokan hebat terjadi antara anggota organisasi masyarakat Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) dengan sekelompok debt collector atau dikenal dengan sebutan mata elang (matel) di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (10 November 2025) siang.
Peristiwa itu berlangsung di sekitar persimpangan lampu merah Cengkareng, tepat di sebelah Mal Ciplaz Cengkareng. Berdasarkan rekaman video yang diterima Finnews, terlihat kedua kelompok saling melempar batu dan menyerang menggunakan bambu di tengah jalan.
Peristiwa ini juga sempat direkam dan dipublikasikan di reel Instagram @kriminal.jakarta.
Kelompok ormas tampak mengambil posisi di jalan raya, sementara kelompok matel bertahan di dalam kompleks ruko Cengkareng. Suasana sempat mencekam dan menyebabkan aktivitas lalu lintas di sekitar lokasi terhenti sesaat.
Pantauan media di lokasi sekitar pukul 16.50 WIB, sejumlah aparat dari Ditsamapta Polres Metro Jakarta Barat masih melakukan penjagaan di area kejadian. Kantor yang diduga menjadi markas kelompok matel tampak tertutup rapat dengan rolling door hijau, namun bagian bawahnya rusak. Di sekitar lokasi, berserakan batu-batu yang diduga digunakan kedua pihak untuk saling serang.
Seorang warga sekitar berinisial A (20) mengaku menyaksikan langsung bentrokan tersebut.
“Tiba-tiba ada yang datang ramai-ramai, bawa bambu, batu, ada yang pakai helm juga. Mereka langsung nyerbu ke arah ruko, teriak-teriak nyari matel,” ungkapnya kepada pihak media yang meliput.
Menurut Alya, keributan diduga dipicu oleh penarikan sepeda motor milik salah satu anggota ormas oleh kelompok matel. “Katanya motor orang ormas diambil. Mungkin laporan ke teman-temannya, akhirnya rame begitu,” tambahnya.
Kesaksian serupa disampaikan oleh R (42), pengemudi ojek yang biasa mangkal di dekat lokasi.
“Tadi ormas nyerang ke kantor debt collector, infonya gara-gara motor diambil,” tuturnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penjagaan dan mengamankan situasi di sekitar lokasi bentrokan. Pihak Polres Metro Jakarta Barat belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah korban maupun penyebab pasti insiden tersebut.