Tantangan
Meski tren penggunaan energi terbarukan meningkat, beberapa sektor ekonomi masih menghadapi peningkatan emisi.
Sektor kimia dan produksi plastik menunjukkan pertumbuhan emisi yang signifikan.
Selain itu, target pengurangan intensitas karbon per unit produk domestik bruto antara 2020 dan 2025 kemungkinan tidak tercapai.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penggunaan energi terbarukan di sektor listrik maju pesat, sektor lain perlu dorongan kebijakan dan inovasi agar transisi energi dapat berlangsung secara menyeluruh.
Fokus di Rencana Lima Tahun Mendatang
Kini perhatian tertuju pada Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030) yang akan menetapkan prioritas pembangunan China.
Pemerintah telah menekankan bahwa sistem energi rendah karbon akan menjadi fokus utama.
Dengan pertumbuhan kapasitas solar dan wind yang stabil, serta komitmen terhadap pengurangan emisi, China berpotensi mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dunia dalam penggunaan energi terbarukan.
Keberhasilan ini sekaligus memberikan contoh bagi negara lain tentang bagaimana energi bersih bisa negera-negara di dunia kembangkan secara masif sambil menahan laju emisi karbon.
Referensi:
-
Centre for Research on Energy and Clean Air (Crea), Carbon Brief
-
Pernyataan André Corrêa do Lago, Presiden COP30
-
Li Shuo, Asia Society Policy Institute