finnews.id – Penggunaan energi terbarukan di China menunjukkan tren yang sangat menggembirakan.
Data terbaru mengungkapkan bahwa kapasitas solar yang terpasang mencapai 240GW hanya dalam sembilan bulan pertama 2025, sementara kapasitas wind menembus 61GW.
Pertumbuhan ini menegaskan bahwa China secara konsisten meningkatkan pemanfaatan sumber energi yang bisa diperbarui, menjadikannya contoh global.
Bahkan pada tahun sebelumnya, negara ini memasang 333GW kapasitas solar, lebih banyak dibanding seluruh dunia digabungkan.
Fenomena ini menegaskan bahwa fokus China pada penggunaan energi terbarukan bukan hanya janji politik, tetapi implementasi nyata yang berdampak langsung pada emisi karbon.
Dampak pada Emisi Karbon dan Industri
Laporan dari Centre for Research on Energy and Clean Air (Crea) menunjukkan bahwa emisi karbon China tetap stabil selama 18 bulan terakhir.
Hal ini sebagian besar berkat peningkatan penggunaan energi terbarukan di sektor listrik, meski permintaan energi meningkat.
Penurunan emisi juga terlihat di sektor transportasi, semen, dan baja, meskipun beberapa industri kimia menunjukkan pertumbuhan emisi.
Dengan tren ini, China berpeluang mencapai target puncak emisi lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan, yaitu sebelum 2030.
Peran China di KTT Iklim COP30
Penggunaan energi terbarukan di China menjadi sorotan saat konferensi iklim COP30 di Brazil.
André Corrêa do Lago, presiden COP30, menekankan bahwa solusi energi hijau China tidak hanya untuk negara itu sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi dunia.
Harga panel surya yang semakin kompetitif membuat energi bersih lebih mudah diakses di berbagai negara.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa China memimpin bukan hanya dalam produksi, tetapi juga dalam penyebaran teknologi energi terbarukan secara global.
Kehadiran delegasi China di konferensi ini menunjukkan komitmen mereka untuk berbagi inovasi energi bersih.
Strategi dan Target Masa Depan
China memiliki dua target utama dalam agenda karbonnya: mencapai puncak emisi pada 2030 dan netralitas karbon pada 2060.
Selain itu, pemerintah China menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 7 hingga 10 persen dari puncaknya pada 2035.
Meskipun beberapa ahli menilai target ini terlalu moderat, rekam jejak China menunjukkan kemampuan untuk melebihi target yang diumumkan.
Penggunaan energi terbarukan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapai tujuan ini, karena kapasitas solar dan wind terus meningkat setiap tahun, mendorong transisi dari energi fosil.