Penemuan beberapa kata dan nama yang identik dengan pelaku aksi ekstremisme global tersebut cukup mencengangkan.
Terlebih, sempat tersiar kabar pelakunya adalah siswa di sekolah tersebut yang kerap menjadi korban bully.
Dua nama yang tercantum di senjata airsoft itu bukan nama sembarangan. Mereka dikenal luas sebagai simbol kebrutalan ekstremisme sayap kanan yang menargetkan umat Muslim di berbagai negara.
Alexandre Bissonnette diketahui melakukan penembakan brutal di Pusat Kebudayaan Islam Quebec, Kanada, pada 29 Januari 2017.
Jumlah korban tewas 6 orang, 19 luka-luka. Dia dihukum penjara seumur hidup setelah mengaku bersalah atas 6 pembunuhan berencana.
Sementara Brenton Tarrant, melancarkan serangan ke dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019.
Korbannya 51 orang meninggal dunia dan 40 luka-luka. Dia juga menjalani hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.
Kedua nama ini sering disebut dalam laporan internasional tentang terorisme sayap kanan dan Islamofobia global.
Sehingga temuan tulisan dengan nama Brenton Tarrant dan Alexandre Bissonnette di senjata airsoft tersebut menimbulkan tanda tanya besar.
For Agartha & Angka 1189
Tulisan “For Agartha” juga menjadi perhatian tersendiri. Istilah Agartha merujuk pada mitos kota bawah tanah yang sering muncul dalam doktrin okultisme dan teori konspirasi ekstremis.
Kata Agartha kerap digunakan dalam simbolisme kelompok neo-nazi modern. Biasanya dihubungkan dengan keyakinan tentang dunia tersembunyi. Juga supremasi ras tertentu.
Sementara angka 1189 diduga merujuk pada tahun dimulainya Perang Salib Ketiga. Simbol yang sering digunakan dalam propaganda kebencian terhadap Islam.
Juga ada Luca Triani dan 14 Words. Kombinasi simbol, angka dan nama ini menambah misteri di balik insiden bom SMAN 72 ini.
