Guru yang hadir dalam shalat Jumat tersebut, Toto, mengonfirmasi ledakan menyebabkan kepanikan massal. Korban luka-luka berasal dari para siswa.
“Semua bubar dan sejumlah siswa terluka,” kata Toto yang saat kejadian berada di belakang imam.
Shalat Jumat yang seharusnya menjadi momen ibadah berubah menjadi tragedi berdarah. Sela menegaskan bahwa jamaah yang hadir terdiri dari siswa, guru, dan staf sekolah saja, menunjukkan bahwa insiden ini murni terjadi dalam lingkungan internal sekolah.
Dugaan kuat mengarah pada niat balas dendam. Ini akibat korban menjadi korban bully yang berlangsung secara terus-menerus.
“Ledakan terjadi saat khutbah Jumat selesai. Selanjutnya Iqomah. Saat itu, ada ledakan besar terjadi,” tambah Sela melengkapi kronologi.
Terpisah, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengonfoirmasi ada dua orang yang sedang menjalani operasi. “Salah satunya terduga pelaku peledakan,” tegas Listyo.
Kapolri menyebut belum ada laporan terkait korban meninggal dunia dalam tragedi bom SMAN 72 itu. Menurutnya, korban luka-luka dirawat di rumah sakit.
Saat ditanya motif pelaku nekat melakukan aksi pengeboman di sekolah, Kapolri belum bersedia menjelaskan detail. “Motif pelaku sedang didalami,” pungkas Listyo.

Polisi Selidiki Airsoft Gun Milik Pelaku
Penemuan senapan airsoftgun laras panjang jenis SIG 556 DCobra Reborn M-790 di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, menggemparkan publik. Karena ada coretan menyeramkan berisi nama teroris dunia. Yaitu Brenton Tarrant dan Alexandre Bissonnette.
Nama Brenton Tarrant dan Alexandre Bissonnette tertulis di badan senjata airsoftgun berwarna hitam itu.
Brenton Tarrant dan Alexandre Bissonnette, merupakan 2 pelaku serangan teroris paling brutal dalam dekade terakhir.
Tak hanya itu. Ada pula tulisan misterius. Seperti For Agartha, Luca Triani, 14 Words, Welcome to The Hell dan angka 1189. Temuan tersebut kini tengah dianalisis oleh tim forensik Polri.