Termasuk konten kekerasan, ekstremisme, atau eksperimen berisiko seperti yang diduga memicu insiden di SMAN 72.
Dugaan Balas Dendam Akibat Bully Menguat
Informasi yang beredar, pelaku FN ini memang kerap dibully di sekolah. Diduga karena tidak tahan, korban ingin balas dendam.
Kabarnya, pelaku ini tidak tinggal dengan orang tuanya. Karena mereka bekerja di luar negeri. Selama di sekolah, pelaku selalu terlihat sendiri.
Dia juga punya ciri khas tersendiri: memakai jas putih. Akibatnya, pelaku selalu sendiri ke mana-mana.”
Nah, FN diduga merakit bom secara mandiri alias otodidak. Dugaannya, pelaku belajar dari internet.
Bom molotov yang sudah dirakit dan ditimer tersebut diduga untuk membalas dendam terhadap para pembully-nya.
Kabarnya, FN membawa 3 bom molotov. Yang satu diletakkan di masjid. Bom kedua di kantin. Sedangkan yang ketiga di tempat duduk para siswa.
Terungkapnya identitas FN ini dari foto foto yang beredar di media sosial. Dalam foto itu terlihat posisi pelaku tergeletak bersimbah darah di belakang kantin. Sementara 2 senjata airsoftgun ada di dekatnya.

Ada 3 Bom Rakitan, 2 Meledak
Saksi mata menyatakan terdapat tiga jenis bom rakitan di lokasi kejadian. Dua di antaranya berhasil meledak.
“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Saya lihat ada tiga jenis bom. Tapi hanya dua yang meledak,” ujar Sela, siswa kelas XI SMAN 72, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 7 November 2025.
Ledakan itu terjadi pada momen yang sangat krusial. Tepatnya saat jamaah telah selesai mendengarkan khutbah dan bersiap menunaikan shalat Jumat.
Sela, yang berada di selasar masjid, mengungkapkan detik-detik mencekam tersebut. “Saya di selasar masjid dan tidak terkena. Baju saya kotor karena menolong teman,” imbuhnya.
Ia menjelaskan tidak ada tanda-tanda akan terjadi insiden mengerikan tersebut. Pagi harinya seluruh kegiatan berjalan normal. Bahkan dengan partisipasi dalam program Adiwiyata.