Di balik pagar tinggi dan pos penjagaan ketat, tersembunyi sebuah kafe yang menawarkan pengalaman tak biasa: ngopi sambil menyaksikan denyut nadi pemerintahan Indonesia. Inilah Merdeka Lounge. Tempat dimana secangkir kopi ditemani aura sejarah dan kekuasaan.
————————————————————-
JAKARTA siang itu terik. Panas. Panas Banget. Sampai menyengat di atas kepala. Matahari menembus sela pepohonan rindang di sepanjang jalanan. Menimpa trotoar yang dilalui pejalan kaki.
Namun ada suasana berbeda di sepanjang Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Tepatnya di Pintu Majapahit Kementerian Sekretariat Negara.
Dari depan, suasananya jauh dari kata mewah. Tapi begitu melewati pos pemeriksaan, suasana berubah total.
Udara terasa sejuk. Rapi. Penuh ketenangan. Beberapa petugas berseragam berdiri sigap. Memberi arahan dengan sopan.
Tidak ada kesan tegang seperti yang dibayangkan banyak orang. Siang itu, pukul 12.37 WIB.
Terlihat ada antrean. Tak terlalu panjang. Tapi istimewa. Beberapa orang tampak berpakaian rapi.
Memakai kemeja berlengan. Celana bahan. Sepatu tertutup. Berbaris. Bergantian melewati pos pemeriksaan.
Mereka bukan tamu negara. Tapi, warga biasa. Mereka adalah orang yang penasaran ingin merasakan sensasi ngopi di kawasan pemerintahan tertinggi Indonesia.
“Mau ke Merdeka Lounge, Pak,” ujar Bintang Al Falah kepada Paspampres yang berjaga.
Tanpa banyak tanya, tentara itu mengangguk. Sejurus kemudian, mempersilakan masuk area pemeriksaan.
“Silakan, tujuan ke Merdeka Lounge ya? KTP-nya ditukar dulu di meja depan,” kata seorang Paspampres yang mengenakan kemeja biru muda.
Prosedurnya jelas: isi buku tamu, titip KTP. Lalu dapat kartu akses berwarna. Kartu ini wajib dikalungkan.
“Awalnya deg-degan. Takut gak boleh masuk. Ternyata Paspampresnya ramah,” cerita Bintang, pengunjung asal Lamongan ini.
Aroma Kopi Segar Semerbak
Jauh-jauh dari Jawa Timur hanya khusus ke Merdeka Lounge? “Mumpung di Jakarta. Sudah lama kan pengen ke Istana. Tapi belum ada kesempatan,” katanya.