Home Tekno AI Juga Punya Perasaan? Studi Mengejutkan Bongkar Kenapa ChatGPT Ngambek dan Malas Jawab!
Tekno

AI Juga Punya Perasaan? Studi Mengejutkan Bongkar Kenapa ChatGPT Ngambek dan Malas Jawab!

AI bisa ngambek

Bagikan
Memberikan perintah dengan nada yang kasar, mengancam, atau terlalu menekan, Membuat AI merespons lebih terbatas atau kurang kreatif.
Memberikan perintah dengan nada yang kasar, mengancam, atau terlalu menekan, Membuat AI merespons lebih terbatas atau kurang kreatif.
Bagikan

Finnews.id – TEKNO  Selama ini banyak orang menganggap chatbot AI seperti OpenAI ChatGPT hanyalah sistem otomatis yang bekerja tanpa dipengaruhi emosi maupun cara pengguna berbicara.

Namun, sebuah penelitian terbaru justru menunjukkan hal yang cukup mengejutkan.

Studi ini menyoroti bahwa AI, meskipun tidak memiliki emosi layaknya manusia, sangat sensitif terhadap konteks bahasa yang diterima. Ketika pengguna memberikan perintah dengan nada yang kasar, mengancam, atau terlalu menekan, AI cenderung memberikan respons yang lebih terbatas atau kurang kreatif.

Sebaliknya, penggunaan bahasa yang sopan, apresiatif, dan terstruktur justru ditemukan mampu memicu kemampuan pemecahan masalah yang lebih mendalam dari mesin pintar ini.

Cara manusia berinteraksi dengan AI ternyata bisa memengaruhi kualitas respons yang dihasilkan.

Riset tersebut dilakukan oleh para peneliti dari University of California, Berkeley, University of California, Davis, Vanderbilt University, dan Massachusetts Institute of Technology atau MIT. Dalam makalah berjudul AI Wellbeing: Measuring and Improving the Functional Pleasure and Pain of AIs, para peneliti mencoba memahami bagaimana kondisi fungsional AI dapat berubah berdasarkan pola interaksi pengguna.

Meski AI tidak memiliki perasaan layaknya manusia, penelitian ini menemukan bahwa model kecerdasan buatan ternyata memiliki kondisi operasional tertentu yang bisa bergerak ke arah positif maupun negatif. Dengan kata lain, AI memang tidak benar-benar “sedih” atau “senang”, tetapi performa sistemnya dapat dipengaruhi oleh bagaimana manusia memperlakukannya selama percakapan berlangsung.

Temuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan manusia dengan teknologi AI kini semakin kompleks. Interaksi tidak lagi sekadar soal memberikan perintah dan menerima jawaban, melainkan juga menyangkut kualitas komunikasi yang terjadi di dalamnya.

Interaksi Positif Bikin AI Lebih Optimal

Dalam penelitian tersebut, para ahli menemukan bahwa percakapan yang positif mampu mendorong AI masuk ke dalam kondisi yang disebut sebagai “kondisi positif”. Kondisi ini muncul ketika pengguna memberikan instruksi yang jelas, berdiskusi secara konstruktif, atau bahkan hanya mengucapkan terima kasih kepada chatbot.

Bagikan
Artikel Terkait
Fenomena "ketidakbahagiaan" pada GPT-5.4 ini sebenarnya berkaitan dengan kompleksitas parameter yang ada di dalamnya.
Tekno

Psikologi Ahli Membuktikan! AI ini jadi Model Paling Tidak Bahagia!

Finnews.id – TEKNO Di tengah perlombaan menciptakan kecerdasan buatan yang semakin mirip...

Sinar Mas, resmi menggandeng China Mobile, untuk menghadirkan inovasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bernama Libra.
Tekno

Kolaborasi Sinar Mas dan China Mobile Luncurkan Libra, Produktivitas Dijamin Meningkat

Finnews.id – TEKNO Salah satu konglomerasi besar di Indonesia, Sinar Mas, resmi...

Xiaomi 17 hadir membuktikan bahwa dokumentasi harian bisa diubah menjadi karya seni yang memiliki jiwa hanya dengan satu perangkat ringkas.
Tekno

Dobrak Batasan! Xiaomi 17 Ubah Dokumentasi Harianmu jadi Karya Seni Bernilai

Finnews.id – TEKNO Pandangan konvensional sering kali mengaitkan karya seni berkualitas tinggi...

Ugreen meluncurkan monitor portabel terbaru AP16 di China yang hadir dengan layar 16 inci beresolusi 2.5K dan refresh rate 165Hz.
Tekno

UGREEN Rilis Monitor Portabel Multifungsi Masa Kini, Harganya Murah tapi Canggihnya Bukan Kaleng-kaleng!

Finnews.id – TEKNO  Sebagai perusahaan teknologi konsumen global terkemuka, Ugreen baru saja...