Home Ekonomi Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

subsidi pangan impor

Bagikan
Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
Bagikan

Finnews.id – NEWS  Di tengah perekonomian global yang berdampak pada penurunan harga komoditas, pemerintah Indonesia melalui Menko Pangan mengambil langkah proaktif yang berani.

Dalam sebuah pernyataan strategis, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memberikan subsidi penuh jika harga komoditas pangan impor mulai naik dan menembus Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan langsung terhadap daya beli masyarakat agar tidak tercekik oleh pemutaran harga bahan pokok dari luar negeri.

Menko Pangan menjelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama nasional.

Dengan adanya skema subsidi ini, pemerintah berperan sebagai “bantalan” yang menyerap selisih harga pasar internasional agar harga yang sampai di tangan konsumen tetap terjangkau dan stabil.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah siap memberikan subsidi apabila harga pangan yang masih impor seperti kedelai, melampaui harga eceran tertinggi (HET) di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

“Pemerintah tidak akan membiarkan rakyat memikul beban kenaikan harga pangan global sendirian. Kami siap menggelontorkan subsidi apabila harga impor melampaui batas HET demi menjaga stabilitas nasional,” tegas Menko Pangan

“Kita akan jaga, kalau harga itu melampaui HET, tentu pemerintah akan turun tangan memberikan subsidi,” kata Zulhas usai meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan merespons potensi dampak tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap harga sejumlah komoditas pangan impor, termasuk kedelai.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada Selasa (12/5) ditutup melemah 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.532 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.496 per dolar AS.

Sementara berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 12 Mei 2026, harga rata-rata nasional untuk kedelai impor tercatat Rp13.607 per kilogram atau naik 0,19 persen dibanding hari sebelumnya.

Bagikan
Artikel Terkait
Publik menanti akankah MK menegaskan Jakarta tetap memegang mahkota ibu kota untuk sementara ataukah IKN mengambil alih?
News

Simpang Siur Ibu Kota RI! Mahkamah Konstitusi Dicecar Pertanyaan: Masih Jakarta atau Sudah IKN?

Finnews.id – NEWS   Sebuah pertanyaan mendasar namun krusial kini tengah bergulir di...

Eileen Wang, Wali Kota Arcadia di California, Amerika Serikat (AS), mengaku bersalah telah bertindak sebagai agen asing ilegal China.
InternasionalNews

Skandal Pengkhianatan Terbesar! Wali Kota Eileen Wang Terbongkar jadi Mata-mata China, AS Geger!

Finnews.id – Internasional  Publik Amerika Serikat kini tengah terhenyak oleh sebuah pengungkapan...

Tabir gelap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berskala internasional akhirnya tersingkap di jantung Jakarta Selatan.
NewsOtomotif

Gila! Gudang Rahasia Berisi 1.494 Motor Curian Digerebek, Ternyata Jadi Markas Ekspor Gelap Antar Benua!

Finnews.id – NEWS, Jakarta   Tabir gelap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berskala...

Larangan mengajar 2027 ditakutkan memicu krisis guru besar-besaran. Kebijakan ini terasa seperti "vonis mati" bagi karier guru honorer.
NasionalNews

Peringatan Keras! Larangan Mengajar Guru Honorer Berlaku 2027, DPRD Jatim Teriak

Finnews.id – Jakarta – Kabut tebal mulai membuat masa depan jutaan tenaga...