finnews.id – Kota pelabuhan Ushuaia di Argentina menjadi sorotan internasional setelah muncul dugaan bahwa wilayah tersebut menjadi sumber awal wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius. Dugaan itu muncul setelah sejumlah penumpang kapal yang berangkat dari Ushuaia dilaporkan terinfeksi dan dua di antaranya meninggal dunia.
Pemerintah Argentina melalui otoritas provinsi Tierra del Fuego langsung membantah keterkaitan tersebut. Mereka menegaskan tidak ada bukti epidemiologis yang menunjukkan bahwa Ushuaia menjadi lokasi awal penularan.
Perjalanan Kapal dan Awal Munculnya Kasus
Kapal MV Hondius berangkat dari Ushuaia di Argentina pada awal April dengan membawa penumpang internasional dari berbagai negara. Dalam perjalanan lintas samudra tersebut, beberapa penumpang mulai menunjukkan gejala yang kemudian dikonfirmasi sebagai infeksi hantavirus.
Investigasi awal menunjukkan kemungkinan besar infeksi terjadi sebelum kapal meninggalkan pelabuhan, bukan selama pelayaran. Namun titik awal penularan masih belum dapat dipastikan.
Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organization menjelaskan bahwa hantavirus memiliki masa inkubasi antara satu hingga delapan minggu, sehingga pelacakan sumber infeksi membutuhkan analisis perjalanan yang sangat detail.
Bantahan Keras dari Pemerintah Argentina
Otoritas provinsi Tierra del Fuego di Argentina menegaskan bahwa wilayah mereka tidak memiliki riwayat kasus hantavirus sejak sistem pelaporan nasional diberlakukan pada 1996.
Selain itu, mereka menyebut kondisi geografis Ushuaia tidak mendukung keberadaan hewan pembawa virus yang biasanya ditemukan di wilayah Patagonia utara Argentina.
Letak Ushuaia yang berada di ujung selatan Amerika Selatan dan terpisah oleh Selat Magellan dianggap membuat kemungkinan penyebaran alami dari wilayah endemik menjadi sangat kecil.
Jejak Penumpang dan Lokasi yang Masih Misterius
Fokus investigasi kini tertuju pada pasangan penumpang yang diduga sebagai kasus awal. Otoritas kesehatan menelusuri perjalanan mereka yang melintasi beberapa negara di Amerika Selatan sebelum naik kapal di Argentina.
Otoritas di Chile dan Uruguay menyatakan tidak menemukan indikasi penularan di wilayah mereka. Dengan demikian, perhatian kembali mengarah ke wilayah Patagonia Argentina seperti Neuquén, Río Negro, dan Chubut.
Namun hingga kini belum ada kesimpulan final mengenai lokasi pasti infeksi.